Eropa

Rusia: Misi Nuklir NATO Tingkatkan Risiko Perang

Rusia, ARRAHMAHNEWS.COM Penyebaran senjata nuklir AS ke negara-negara non-nuklir NATO dan misi yang mempraktikkan penggunaan senjata ini meningkatkan telah risiko perang nuklir. Diplomat Rusia Igor Vishnevetsky mengungkap hal ini.

“NATO telah secara terbuka menyatakan dirinya sebagai aliansi nuklir. Senjata nuklir AS ditempatkan di negara-negara non-nuklir NATO dan kegiatan pelatihan yang bertujuan untuk mempraktikkan penggunaan senjata ini melibatkan anggota non-nuklir blok itu,” ujar Wakil Direktur Departemen Luar Negeri Rusia untuk Non-Proliferasi dan Kontrol Senjata, Igor Vishnevetsky.

BACA JUGA:

Ia menyampaikan hal ini saat berbicara pada Konferensi Tinjauan Kesepuluh Para Pihak Perjanjian tentang Non-Proliferasi Senjata Nuklir.

Rusia: Misi Nuklir NATO Tingkatkan Risiko Perang

Moskow, Rusia

“Tindakan semacam itu, yang bertentangan dengan Pasal 1 dan 2 Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir, tidak hanya tetap menjadi faktor penting yang berdampak negatif terhadap keamanan Eropa dan global, tetapi juga meningkatkan risiko konflik nuklir, menghambat upaya perlucutan senjata nuklir,” tambah Vishnevetsky.

“Senjata nuklir AS harus ditarik ke wilayah AS, infrastruktur penyebarannya di Eropa harus dihilangkan dan praktik misi nuklir bersama NATO harus dihentikan,” tegas diplomat Rusia itu sebagaimana dilaporkan TASS.

Menurut Vishnevetsky, pembentukan blok AUKUS oleh Amerika Serikat, Inggris dan Australia “memicu ketegangan di bidang keamanan internasional dan menciptakan kondisi untuk babak baru perlombaan senjata di Kawasan Asia-Pasifik.” (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: