Fokus

6 Bulan Tak Makan, Awawdeh Tolak “Pembekuan” Penahanan Israel

Palestina, ARRAHMAHNEWS.COM Pengadilan militer Israel hari Jumat untuk sementara menangguhkan penahanan tahanan Palestina yang mogok makan, Khalil Awawdeh.

Pengadilan mengklaim bahwa keputusannya diambil untuk mengizinkan Awawdeh menerima perawatan medis karena kesehatannya memburuk dengan cepat setelah hampir enam bulan tanpa makanan.

BACA JUGA:

Namun, pengacara Awawdeh, mengatakan bahwa ia akan tetap berpuasa selama 168 hari sampai dia diberikan pembebasan penuh.

6 Bulan Tak Makan, Awawdeh Tolak “Pembekuan” Penahanan Israel

Khalil Awawdeh

Ahlam Haddad, pengacara Awawdeh, mengatakan kesehatan kliennya memburuk dan dia menuntut untuk dibebaskan.

 

Pengadilan militer “Israel” awal pekan ini menolak banding untuk membebaskan Awawdeh. Awawdeh telah mengajukan banding ke pengadilan tinggi entitas Zionis, yang diperkirakan akan membahas masalah tersebut pada hari Minggu.

Tetapi pada hari Jumat, pengadilan militer mengatakan penahanan Awadeh akan dibekukan saat ia menerima perawatan di Rumah Sakit Asaf “Harofeh” di pusat Pendudukan Palestina, dengan alasan kesehatannya yang memburuk.

Menanggapi pembekuan penahanan pada hari Jumat, pengacara Awadeh sebagaimana dikutip Al-AhedNews mengatakan bahwa “mogok makannya tidak akan ditangguhkan karena apa yang dituntut Awawdeh adalah pembebasannya dan bukan pembekuan penahanannya”.

BACA JUGA:

Awawdeh, ayah dari empat anak, adalah salah satu dari beberapa tahanan Palestina yang telah melakukan mogok makan berkepanjangan selama bertahun-tahun untuk memprotes apa yang disebut penahanan administrative.

Penahanan ini memungkinkan entitas apartheid Israel menahan orang Palestina tanpa tuduhan yang nyata dan tanpa batas waktu.

Membekukan penahanannya secara efektif berarti dia tidak lagi dijaga di rumah sakit oleh apa yang disebut penjaga Layanan Penjara Israel, dan keluarganya akan dapat mengunjunginya dengan lebih bebas. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: