Fokus

Dituduh Punya Banyak ‘Istri Gaib’ Erick Thohir Laporkan Faizal Assegaf ke Bareskrim

Jakarta, ARRAHMAHNEWS.COMMenteri BUMN Erick Thohir melaporkan Faizal Assegaf ke Mabes Polri pada Jumat (26/8) sore. Laporan itu disampaikan oleh Ifdhal Kasim, Mahmuddin, dan Jamalul Kamal Farza, yang telah ditunjuk sebagai penerima kuasa dari Erick.

“Faizal Assegaf telah melakukan fitnah keji atas klien kami Menteri BUMN Erick Thohir. Di akun Instagram, Faizal Assegaf mengunggah video ucapan dari pengacara Kamaruddin H. Simanjuntak SH yang berisi tudingan terhadap Dirut Taspen yang menurutnya mengelola dana Capres Rp 300 triliun”, ujar Ifdhal di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (26/8/2022).

BACA JUGA:

“Kemudian saudara Faizal ini menambah narasi satu menuliskan bahwa Pak Erick itu banyak istri yang dinikahi secara gaib,” kata pengacara Erick Thohir, Ifdhal Kasim di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (26/8/2022).

Selanjutnya, akun itu juga menyebut Erick Thohir memiliki anak kandung yang tidak dibiayai sekolahnya.

“Dua kalimat ini sangat melukai hati Pak Erick Thohir, kenapa? Karena selama ini Pak Erick Thohir dikenal sebagai seorang ayah yang baik. Dia memiliki dua putra dan dua putri dan reputasinya di dalam kehidupan berkeluarga itu sangat jelas tidak pernah ada isu-isu dia memiliki istri yang banyak atau kawin cerai dan sebagainya,” katanya.

Namun, laporan yang dilayangkan itu hingga kini belum diterbitkan oleh penyidik, dan masih dalam tahap konsultasi. Faizal diduga melanggar Pasal UU ITE, pencemaran nama baik dan fitnah.

Ifdhal melaporkan Faizal terkait pencemaran nama baik serta tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan SARA, seperti dimaksud dalam pasal 27 ayat (3) dan pasal 28 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik.

Erick Thohir, kata Ifdhal, sangat menjunjung tinggi kebebasan berbicara sebagai esensi dari demokrasi. Namun, kebebasan yang disalahgunakan dan merugikan orang lain justru akan mencederai demokrasi.

Apa yang dilakukan oleh Faizal Assegaf itu, kata Ifdhal, bukanlah bentuk kebebasan berpendapat yang dilindungi oleh UU dan Konstitusi, tetapi sangat jelas itu melanggar hukum pidana dan UU ITE. “Laporan ini juga menjadi komitmen serius dari Pak Erick dalam memberantas isu hoaks, berita bohong, bahkan menjurus fitnah yang amat keji,” kata Ifdhal.

“Karena ini merupakan laporan awal, karena itu kita tadi berkonsultasi dengan SPKT dan juga dengan Siber terkait poin-poin yang menjadi keberatan dari Pak Erick Thohir tadi terhadap laporan ini,” ujarnya.

“Nanti akan tindak lanjut berikutnya yang merupakan hal teknis yang nanti akan kami susul. Tapi terkait dengan materinya sudah bisa dimengerti oleh yang terima kami, baik dari Siber maupun SPKT,” tambahnya. (ARN)

Sumber

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: