Eropa

Studi: Rumah Tangga Inggris “Tercekik” Harga Energi

Inggris, ARRAHMAHNEWS.COM – Penelitian baru oleh Ipsos menunjukkan tingginya tingkat kekhawatiran publik di Inggris tentang meningkatnya biaya hidup. Satu dari tiga orang Inggris mengatakan mereka berjuang untuk membayar tagihan energi mereka, dan ini sebelum kenaikan batas harga 80% yang baru diumumkan.

Menurut penelitian, yang dilakukan antara 22-24 Agustus, satu dari sepuluh orang merasa “sangat sulit” untuk membayar biaya energi dalam tiga bulan terakhir, dan dua dari sepuluh merasa “cukup sulit.” Keluarga dengan anak-anak sangat terpengaruh.

Studi tersebut mengatakan banyak orang telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi kenaikan biaya.

“Sejak awal tahun, orang-orang kemungkinan besar mulai mengurangi bersosialisasi [yaitu sekitar 54%], mereka mengganti supermarket reguler mereka dengan alternatif yang lebih murah [yaitu sekitar 49%], atau mengurangi penggunaan mobil [yaitu sekitar 48%] sebagai tanggapan (atas kenaikan ini),” bunyi laporan tersebut.

BACA JUGA:

Tindakan umum lainnya diantaranya adalah dengan tidak menyalakan pemanas seperti biasanya [yaitu sekitar 47%], dan menggunakan situs perbandingan harga untuk menemukan pemasok energi yang lebih murah [sekitar 43%].

Studi ini juga menemukan bahwa hampir sembilan dari sepuluh orang telah mematikan lampu ketika meninggalkan ruangan setidaknya sekali seminggu, sementara tiga perempat telah mematikan barang-barang listrik saat tidak digunakan. Sekitar dua dari tiga menggunakan lebih sedikit air panas setidaknya sekali seminggu, dan setengahnya tidak menyalakan pemanas seperti biasanya, setidaknya sekali seminggu.

Sementara itu, pada hari Jumat, regulator pemerintah Ofgem mengumumkan bahwa rumah tangga Inggris akan melihat kenaikan harga energi sebesar 80% mulai dari Oktober, dengan batas harga tahunan ditetapkan untuk ditingkatkan dari level saat ini sebesar 1.971 Euro [2.323 dolar] menjadi 3.549 Euro [4.183 dolar]. (ARN)

Sumber: Al Ahed

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: