Eropa

Diprotes Gereja Ortodoks, Serbia Batalkan Penyelenggaran Festival LGBT

Serbia, ARRAHMAHNEWS.COM – Serbia telah memutuskan untuk “membatalkan atau menunda” acara EuroPride yang akan berlangsung di ibu kota negara Balkan itu, Beograd, pada pertengahan September. Presiden Serbia, Aleksandar Vucic mengumumkan hal ini pada Minggu (28/08).

Presiden menjelaskan bahwa festival LGBT, yang diadakan di berbagai kota Eropa setiap tahun dan termasuk Parade Kebanggaan, tidak dapat dilanjutkan karena kekhawatiran akan kekerasan.

Pada konferensi pers 27 Agustus di Beograd, Vucic mengatakan bahwa pemerintah mendapat tekanan kuat dari kelompok sayap kanan dan perwakilan Gereja Ortodoks Serbia untuk membatalkan acara tersebut.

Bagaimanapun, Vucic masih membuka kemungkinan bahwa acara tersebut dapat diadakan di kemudian hari.

Awal bulan ini, ribuan orang turun ke jalan-jalan di Beograd menuntut agar acara EuroPride dibatalkan. Demonstran memegang poster dengan pesan antara lain: “Kami tidak ingin parade gay dan pendudukan oleh Barat!” dan “Jauhkan tanganmu dari anak-anak kami,”.

BACA JUGA:

Namun meski Presiden telah membatalkan acara yang dijadwalkan akan diadakan di Beograd dari 12-18 September itu, penyelenggara acara berjanji bahwa acara akan berjalan sesuai rencana.

EuroPride mempromosikan lesbian, gay, biseksual, transgender, dan interseks di tingkat pan-Eropa dan diselenggarakan di kota-kota Eropa yang berbeda setiap tahun. Acara ini termasuk Pride Parade.

Serbia mengadakan parade gay-pride pertamanya pada tahun 2001, dan acara tersebut disambut oleh kekerasan dan protes tandingan oleh kelompok sayap kanan dan nasionalis. Pada parade Beograd berikutnya, pada tahun 2010, lebih dari 100 orang terluka. Pada 2019, Beograd terpilih menjadi tuan rumah EuroPride dengan suara telak. (ARN)

Sumber: RT

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: