Arab Saudi

Imbas Blokade Saudi Cs, 632.000 Balita Yaman Kekurangan Gizi

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM – Kementerian Kesehatan Masyarakat dan Kependudukan Yaman menceritakan dampak fatal drastis yang dialami negara itu akibat blokade yang diberlakukan oleh koalisi pimpinan Saudi pada 2015 hingga sekarang terhadap kehidupan rakyat, khususnya di sektor kesehatan. Ia mendesak diakhirinya pengepungan dan agresi terhadap negara miskin tersebut dengan cepat dan tuntas.

“Mengenai dampak pengepungan terhadap situasi kesehatan di Yaman, kementerian menegaskan bahwa blokade telah meningkatkan tingkat kekurangan gizi akut ke lebih dari 632.000 anak di bawah usia lima tahun dan 1,5 juta wanita hamil dan menyusui,” jaringan televisi Yaman al-Masirah melaporkan pada hari Sabtu.

Agresi AS-Saudi telah menewaskan 15.483 warga dan melukai 31.598 lainnya, kata kementerian itu dalam konferensi pers, menambahkan bahwa 25 persen dari korban adalah anak-anak dan perempuan.

Disebutkan bahwa pembukaan terbatas bandara internasional Sana’a dan pelabuhan Hudaydah di bawah gencatan senjata yang disponsori PBB telah gagal memenuhi kebutuhan minimum sektor kesehatan dan pasien.

BACA JUGA:

Kementerian menyoroti delapan tahun pengepungan lanjutan yang dipimpin Saudi di Yaman dan mengatakan 40.320 wanita hamil dan 103.680 anak-anak telah meninggal selama periode ini.

“Pengepungan dan pemboman yang intens dengan senjata terlarang menyebabkan tingginya tingkat kelainan bawaan dan keguguran, dengan rata-rata 350.000 keguguran dan 12.000 malformasi,” katanya.

Menurut kementerian, pengepungan menyebabkan peningkatan delapan persen dalam kelahiran prematur dibandingkan dengan situasi sebelum agresi.

Blokade tersebut juga telah meningkatkan jumlah pasien kanker sebesar 50 persen yang mencapai 46.204 kasus tercatat selama tahun 2021.

BACA JUGA:

Kementerian mengatakan bahwa agresi yang dipimpin Saudi menghancurkan 162 fasilitas kesehatan sepenuhnya dan 375 hancur sebagian dan membuat fasilitas-fasilitas ini tak berfungsi.

Pemboman langsung koalisi agresor Saudi telah menewaskan 66 personel medis dan menghancurkan 70 ambulans, kata kementerian, seraya menambahkan bahwa agresi terus mencegah pembayaran gaji kader dan karyawan sektor kesehatan.

“Sementara agresi yang dipimpin Saudi mencegah masuknya peralatan medis vital, perusahaan-perusahaan internasional juga menahan diri dari memasok obat-obatan ke Yaman sebagai akibat dari blokade,” katanya.

Kementerian menekankan bahwa mencabut pengepungan di Yaman dan mengakhiri agresi yang dipimpin Saudi adalah “langkah pertama dan benar untuk mengatasi krisis kemanusiaan” di negara yang dilanda perang itu. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: