Fokus

Hashd Al-Shaabi Janji Kawal Konstitusi dan Proses Politik Irak

Irak, ARRAHMAHNEWS.COM Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) pada hari Senin telah memberikan pukulan keras kepada sekelompok teroris ISIS di Mosul, kata kepala PMF Faleh Al-Fayyad.

Menanggapi situasi terkinin, ia berjanji kepada rakyat Irak bahwa PMF akan “melindungi dan melestarikan proses politik melalui lembaga konstitusional.”

BACA JUGA:

“PMF hari ini memberikan pukulan keras kepada sekelompok teroris ISIS di Mosul […] dan PMF telah memiliki target-target di antara kelompok teroris yang akan kami sasar dalam beberapa hari ke depan,” ungkap Al-Fayyad.

Hashd Al-Shaabi Janji Kawal Konstitusi dan Proses Politik Irak

Kepala PMF Faleh Al-Fayyad

Ketua Aliansi Fatah di Irak, Hadi Al-Ameri, menyerukan de-eskalasi dan mendesak rakyat Irak untuk berhenti menggunakan kekerasan dan menggunakan dialog sebagai jalan menuju solusi.

Komisi Media dan Komunikasi Irak meminta semua media lokal untuk menghindari penyiaran berita dan rumor palsu, serta menyimpang, dan dari mengambil sikap bias yang bertentangan dengan aturan dan peraturan penyiaran.

Para pemimpin politik utama Irak pada awal bulan telah setuju untuk bekerja pada peta jalan politik yang akan menghasilkan solusi untuk kebuntuan yang telah menahan negara itu selama hampir satu tahun, tetapi pemimpin politik utama Muqtada Al-Sadr tidak hadir pada pembicaraan yang diserukan oleh Perdana Menteri Mustafa Al-Kadhimi itu.

Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi bertemu dengan pejabat tinggi nasional dan pemimpin partai pada hari Rabu untuk membahas keadaan politik negara dan kebuntuan yang dialami negara tanpa partisipasi pemimpin gerakan Sadrist.

Hampir setahun setelah pemilihan umum negara itu, Baghdad masih berjalan tanpa pemerintahan baru, perdana menteri, dan presiden karena ketidaksepakatan domestik tentang pembentukan koalisi.

Pemimpin gerakan Sadrist Muqtada Al-Sadr mengatakan pada hari itu bahwa ia berhenti dari politik. Dalam sebuah tweet, Sadr mengumumkan pengunduran dirinya dari politik dan penutupan semua kantor partainya.

Pendukung Al-Sadr telah melakukan aksi duduk di luar parlemen Irak selama beberapa minggu, setelah menyerbunya pada 30 Juli untuk memprotes nominasi Kerangka Koordinasi Mohammad Shiya Al-Sudani sebagai Perdana Menteri. (ARN)

Sumber: Al-Mayadeen

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: