Fokus

Hamas-Jihad Islam Puji Operasi Heroik Perlawanan di Al-Khalil

Palestina, ARRAHMAHNEWS.COM Gerakan perlawanan Hamas dan Jihad Islam yang berbasis di Gaza memuji operasi perlawanan yang dilakukan oleh seorang pemuda Palestina, yang kemudian ditembak mati oleh pasukan Israel. Operasi yang disebut sebagai tindakan heroik itu terjadi di kota al-Khalil, Tepi Barat yang diduduki.

Fadi Muhammad Ghattas meninggal dunia pada Jumat malam setelah tentara Israel menembaki pemuda Palestina berusia 19 tahun itu atas serangan penikaman di pintu masuk desa Beit Einun, lima kilometer timur laut al-Khalil.

BACA JUGA:

Serangan itu, yang terjadi di dekat pemukiman Israel di Kiryat Arba, menyebabkan salah satu pasukan rezim pendudukan terluka parah.

Hamas-Jihad Islam Puji Operasi Heroik Perlawanan di Al-Khalil

Keamanan Israel

Dalam sebuah pernyataan pers, juru bicara Hamas Abdul-Latif Qanu menyampaikan belasungkawa kepada keluarga pahlawan Palestina dan para pendukungnya, menekankan bahwa, “Operasi tersebut adalah hasil dari eskalasi kejahatan pendudukan terhadap rakyat kami, kota-kota kami, tahanan kami dan tempat suci kami.”

Juru bicara Hamas juga meminta para pejuang Palestina untuk “menargetkan lebih banyak pemukim dan tentara pendudukan, melibatkan mereka di semua lokasi, dan membakar tanah di bawah kaki mereka.”

Dalam pernyataan terpisah, gerakan perlawanan Jihad Islam juga menyampaikan ucapan selamat atas operasi penusukan di al-Khalil.

“Kami di Gerakan Jihad Islam, saat kami berduka atas martir heroik yang menjalankan tugas perlawanannya, menegaskan bahwa operasi yang dia lakukan adalah respons yang wajar dan sah mengingat eskalasi pembunuhan dan penangkapan terhadap orang-orang kami di al- Quds dan Tepi Barat yang diduduki,” bunyi pernyataan itu.

Jihad Islam menggarisbawahi bahwa operasi tersebut merupakan “perpanjangan dari nyala api perlawanan yang diberkati, di kota-kota dan desa-desa Tepi Barat yang diduduki dalam melawan pendudukan.

“Operasi ini menegaskan vitalitas dan kelangsungan perlawanan rakyat kami terhadap pendudukan ini, dan membuktikan bahwa perlawanan bersenjata adalah pilihan yang dapat menghalangi pendudukan dan mencegahnya dari praktik terorisnya,” bunyi pernyataan gerakan perlawanan itu lebih jauh.

“Kami memberi hormat kepada orang-orang kami dan pejuang perlawanan kami di kota-kota besar dan kecil di Tepi Barat, dan kami mengucapkan selamat atas ketabahan mereka terlepas dari semua upaya pemindahan dan pengucilan.” (ARN)

Sumber: PressTV

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: