Amerika

AS Tuduh Rusia Berencana Borong Peluru Artileri dan Rudal Korut

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM Gedung Putih menuduh Rusia berencana membeli “jutaan” peluru, peluru artileri dan roket dari sekutu lamanya dalam Perang Dingin, Korea Utara. Tuduhan ini dilontarkan pada hari Selasa, mengklaimnya sebagai bukti lebih lanjut dari keputusasaan Moskow di tengah kekurangan pasokan untuk perangnya di Ukraina.

Duta Besar Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Vassily Nebenzia, sebelumnya menepis laporan dari pejabat AS, yang pertama kali muncul di New York Times itu, bahwa Rusia melakukan pembelian semacam itu.

BACA JUGA:

“Saya belum mendengarnya dan saya pikir itu kebohongan baru yang disebarkan,” katanya kepada wartawan.

AS Tuduh Rusia Berencana Borong Peluru Artileri dan Rudal Korut

Rudal

Wakil juru bicara Departemen Luar Negeri AS Vedant Patel mengatakan pada jumpa pers pada hari Selasa bahwa Rusia “sedang dalam proses pembelian jutaan roket dan peluru artileri dari Korea Utara untuk digunakan di Ukraina.”

Namun, juru bicara keamanan nasional Gedung Putih John Kirby (NYSE:KEX) mengatakan beberapa waktu kemudian “tidak ada indikasi bahwa pembelian telah terjadi dan tentu saja tidak ada indikasi bahwa senjata itu digunakan di dalam Ukraina.”

Menyebutnya sebagai “pembelian potensial,” Kirby mengatakan pada konferensi pers bahwa: “Kami rasa itu bisa mencakup jutaan peluru, roket, dan peluru artileri dari Korea Utara. Itulah informasi yang diberikan kepada kami, bisa dalam skala itu.”

“Kami belum memiliki indikasi bahwa pembelian itu benar-benar terjadi sehingga sulit untuk mengatakan seperti apa akhirnya,” tambah Kirby.

Dia mengatakan itu “hanya indikasi lain tentang betapa putus asanya Putin … Ini adalah indikasi betapa banyak industri pertahanannya menderita akibat perang ini dan tingkat keputusasaan.”

Para pejabat AS mengatakan pembelian tambahan peralatan militer Korea Utara oleh Rusia mungkin terjadi. (ARN)

Sumber: Reuters

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: