Fokus

Saat Jokowi ‘Ancam’ Pulang Bila Posisi Duduk Dengan Putin Tak Dekat

Jakarta, ARRAHMAHNEWS.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Juni lalu di Moskow membahas kerjasama ekonomi hingga perdamaian di Ukraina. Beberapa bulan usai pertemuan tersebut, Jokowi berbagai cerita soal posisi duduk dengan Putin.

Jokowi bertemu Vladimir Putin pada Juni lalu di Istana Kremlin. Jokowi menyampaikan pesan-pesan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

BACA JUGA:

“Isu perdamaian dan kemanusiaan selalu menjadi prioritas politik luar negeri Indonesia. Dalam konteks inilah, saya lakukan kunjungan ke Kyiv dan Moskow,” kata Jokowi sesuai keterangan tertulis dari Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Kamis (30/6).

Saat Jokowi 'Ancam' Pulang Bila Posisi Duduk Dengan Putin Tak Dekat

Jokowi dan Putin

Meski situasi saat ini masih sangat sulit, Jokowi mengatakan penyelesaian damai sangat penting untuk terus dikedepankan. Jokowi menyatakan siap untuk menjembatani komunikasi Putin dan Zelensky.

“Saya telah sampaikan pesan Presiden Zelensky untuk Presiden Putin dan saya sampaikan kesiapan saya untuk menjadi jembatan komunikasi antara dua pemimpin tersebut,” ucap Jokowi.

Di hadapan Vladimir Putin, Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia tidak memiliki kepentingan apapun. Indonesia hanya ingin melihat perang usai.

“Indonesia tidak memiliki kepentingan apa pun, kecuali ingin melihat perang dapat selesai, dan rantai pasok pangan, pupuk, dan energi bisa segera diperbaiki, karena menyangkut dengan kehidupan ratusan juta orang bahkan miliaran orang manusia,” kata Jokowi.

Jokowi pun mengajak pemimpin dunia lainnya untuk membentuk semangat damai. Sehingga kembali membangun kerjasama antar negara.

“Saya mengajak seluruh pemimpin dunia untuk bekerja sama kembali, menghidupkan semangat multilateralisme, semangat damai, dan semangat kerja sama,” kata Jokowi.

“Hanya dengan spirit itulah perdamaian dapat dicapai,” ucap Jokowi. (ARN)

GoogleNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: