Eropa

Iran Kecam Serangan Polisi Albania ke Kedubes di Tirana

Iran, ARRAHMAHNEWS.COM Misi permanen Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa mengutuk serangan dan tindakan yang tidak pantas dari pasukan polisi Albania setelah mereka secara paksa masuk ke kedutaan Iran dan mengepung kompleks itu menyusul pemutusan hubungan antara kedua negara.

Misi Iran membuat kecaman itu dalam sebuah surat kepada Misi Tetap Republik Albania untuk PBB.

“Republik Islam mengecam keras tindakan kekerasan polisi Albania terhadap fasilitas diplomatik dan konsulernya di ibu kota Tirana pada 8 September, dan masuknya mereka secara tidak sah ke kedutaan tanpa izin dari otoritas Iran yang kompeten,” bunyi sebagian dari surat itu.

BACA JUGA:

“Tindakan kekerasan tersebut dilakukan menyusul keputusan pemerintah Albania pada 7 September untuk secara sepihak memutuskan hubungan diplomatik bilateral [dengan Iran], yang diambil atas dasar klaim tidak berdasar dan bermotif politik yang ditolak mentah-mentah oleh Republik Islam Iran,” lanjut pernyataan dalam surat, yang salinannya juga dikirim ke Sekretaris Jenderal PBB António Guterres.

Tehran Kecam Polisi Albania Serang Kedubes Iran

Polisi Albania di depan Kedubes Iran

Lebih lanjut ditambahkan bahwa Republik Islam Iran menyerukan kepada pemerintah Albania untuk secara ketat mengamati dan menerapkan semua prinsip dan aturan hukum internasional mengenai hubungan diplomatik dan konsuler, dan untuk bertindak sesuai dengan Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik tahun 1961 dan 1963 dan resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai perlindungan, keamanan dan keselamatan kompleks diplomatik dan konsuler.

Surat itu juga meminta pemerintah Albania untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk sepenuhnya menyelidiki tindakan melanggar hukum terhadap kedutaan Iran dan untuk membawa para pelaku ke pengadilan.

“Republik Islam Iran berhak menggunakan cara lain untuk menyelesaikan perselisihan secara damai mengenai pelanggaran yang dilakukan terhadap fasilitas diplomatik dan konsulernya di Tirana,” tegas misi Teheran di PBB.

Pelanggaran itu terjadi sehari setelah Albania, yang selama bertahun-tahun menjadi tuan rumah teroris anti-Iran yang berkolusi dengan AS, memutuskan hubungan diplomatik dengan Teheran, menuduhnya mendalangi “serangan siber” pada bulan Juli terhadap Tirana.

BACA JUGA:

Pasukan polisi khusus Albania, dengan mengenakan masker dan helm dan membawa senapan otomatis, dikatakan telah melanggar kompleks misi diplomatik Iran setelah dua mobil dengan plat diplomatik pergi.

Laporan tersebut mengatakan polisi Albania berada di dalam misi diplomatik selama 30 menit dan menggeledah gedung yang masih mengibarkan bendera Iran.

Perdana Menteri Albania Edi Rama memerintahkan diplomat Iran dan staf kedutaan untuk pergi dalam waktu 24 jam, menyusul apa yang disebut penyelidikan atas dugaan serangan siber.

Tehran mengidentifikasi Amerika Serikat, rezim Israel, dan teroris Organisasi Mujahidin-e-Khalq (MKO), sebuah kelompok teroris anti-Iran yang telah ditampung oleh Albania sejak 2016, sebagai “pihak ketiga” yang telah mendorong Tirana untuk mengambil keputusan tersebut. (ARN)

Sumber: FNA

GoogleNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: