Eropa

Putin: Proses De-dolarisasi Ekonomi Dunia Tak Terelakkan

Rusia, ARRAHMAHNEWS.COM – Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan proses untuk menghapuskan dolar dari ekonomi dunia “tak terelakkan”. Negaranya sudah berhasil mengatasi “agresi keuangan dan teknologi oleh beberapa negara.”

Berbicara kepada kabinet Rusia pada hari Senin, Putin menyarankan untuk membahas anggaran negara untuk tiga tahun ke depan.

“Ada perselisihan tentang apa yang harus lebih diperhatikan, ke mana harus mengarahkan lebih banyak dana atau (apakah lebih baik) untuk menabung lebih banyak dan membuat ‘bantalan pengaman’, bagaimana membuatnya dalam kondisi baru dan apa itu ‘bantalan pengaman’ dalam kondisi modern, ketika kita memiliki proses de-dolarisasi yang terkenal dan tak terelakkan,” kata presiden.

Moskow mempercepat de-dolarisasi ketika Departemen Keuangan AS memutuskan untuk menyita cadangan devisa Rusia, setelah Putin memerintahkan serangan militer di Ukraina pada Februari lalu.

Sejak itu, Rusia berada di bawah sanksi keras. Pada gilirannya, Rusia telah menurunkan atau memutus pasokan gas ke Eropa, memicu krisis energi di sana.

Putin mengatakan bahwa Moskow dengan percaya diri mengatasi tekanan eksternal yang dia gambarkan sebagai “agresi finansial dan teknologi oleh beberapa negara.”

BACA JUGA:

Dia mencatat bahwa pemerintahnya telah dengan sigap menerapkan langkah-langkah perlindungan yang efektif dan meluncurkan mekanisme untuk mendukung industri utama, perusahaan pembentuk sistem, serta usaha kecil dan menengah.

“Semua tindakan, ditujukan untuk mencegah penurunan tajam dalam ekonomi,” katanya.

Putin mengatakan kebijakan makroekonomi yang bertanggung jawab yang ditempuh pada tahun-tahun sebelumnya, terbayar dalam krisis ini, dan sekarang keadaan anggaran Rusia jauh lebih baik daripada yang ada dalam ekonomi 20 negara terkaya di dunia (G20) dan negara-negara BRICS, dan oleh karena itu perlu untuk menindak lanjuti jalur ini.

Dalam upaya untuk mengurangi ketergantungannya pada sistem keuangan global yang didominasi oleh Amerika Serikat dan sekutu Baratnya, Moskow memulai kebijakan larangan penggunaan dolar AS dalam transaksi di Moscow Exchange, pasar jasa keuangan terbesar di Rusia. (ARN)

Sumber: Al-Manar

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: