Fokus

PT MAG Tipu Ratusan PMI Milyaran Rupiah, Niluh Djelantik ‘Murka’

Bali, ARRAHMAHNEWS.COMRatusan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bali telah ditipu oleh sebuah perusahaan jasa penyedia tenaga kerja PT. Mutiara Abadi Gusmawan (MAG) sejak tahun 2019, menurut keterangan Sensei yang juga menjadi koordinator korban dan juga salah satu PMI yang tertipu.

Sensei mengadukan masalah ini kepada Niluh Djelantik, pada tanggal 16 September 2022, beberapa PMI yang menjadi korban penipuan melakukan audensi dengan Niluh Djelantik.

BACA JUGA:

PT MAG Tipu Ratusan PMI Milyaran Rupiah, Niluh Djelantik 'Murka'

PT Mutiara Abadi Gusmawan

Selamat pagi Ibu Niluh Djelantik, kabar saya sangat sedih bersama sekitar 300 anak anak di bali. Di jakarta 200 di Filipina 300 belum lagi di Lombok dan Kalimantan, Sulewesi dan pulau-pulau lainya. Kita semua bingung harus bagaimana.

PT Mutiara Abadi Gusmawan kantornya berkedudukan di Bali Bustle Building 2nd Floor Jalan Merta Nadi no.23, Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Nama Direkturnya Muhamad Akbar Gusmawan. Agen keluar negerinya sekalian bendahara. Namanya Gina dan Dicky orang Filipina. Nah setelah kami mendaftar dan di perlihatkan izinnya.

Kami langsung ikut interview. Dan juga di ikutkan dalam kursus bahasa jepang. Setelah kami bayar kontan. Sebanyak 30 juta. Kemudian sampai sekarang sudah kira-kira dua setengah tahun kami menunggu ternyata kantornya bubar dan mereka pada melarikan diri dari bali semua, hp nya tidak bisa di hubungi.

Kami dulu di sarankan meminjam uang untuk membayarnya dengan janji-janji manis. Sampai sekarang utang tersebut sudah menumpuk, karena kami belm bisa melunasi apalagi di masa pandemi.

BACA JUGA:

Tiga ratusan calon pekerja migran Indonesia (PMI) warga Bali menjadi korban penipuan. Salah satu terduga pelaku adalah warga negara asing (WNA) berkebangsaan Filipina.

Inilah salah satu alasan mengapa Mbok Niluh Djelantik tegas pada WNA yang bekerja/buka usaha tanpa izin yang resmi adalah melindungi dan menjaga hak masyarakat Indonesia untuk berdiri diatas kakinya sendiri. Terhormat dan bermartabat.

Bisa dibayangkan kesedihan Mbok Niluh Djelantik saat menerima pesan mewakili ratusan warga Bali atas musibah yang menimpa mereka. Pandemi yang mengakibatkan sektor pariwisata Bali terpuruk membuat mereka harus mencari cara lain menghidupi keluarganya. Salah satunya adalah bekerja di luar negeri.

Berbagai upaya mereka lakukan, meminjam uang di bank, menjual motor bahkan menggadaikan rumah untuk bisa membayar biaya keberangkatan ke Jepang. Mereka menyetorkan dana puluhan juta per orang. Apa yang terjadi?. Dua tahun menunggu janji dari pihak perusahaan namun tak ditepati.

Mereka menyampaikan pengalaman mereka dengan berlinang air mata. Ada beberapa yang kemudian diberangkatkan ke Malaysia namun dengan kondisi kerja yang tidak manusiawi (jam kerja belasan jam, gaji tidak dibayar) hingga mereka memutuskan kembali pulang ke Bali. Sudah jatuh tertimpa tangga pula.

Niluh Djelantik menerima pengaduan Sensei Bobi mewakili 300 lebih korban, memenuhi undangan mereka kemarin malam. Pertemuan dihadiri sekitar 35 orang perwakilan dari beberapa grup berdasarkan gelombang pendaftaran.

Pengembalian dari uang yang telah mereka bayarkan kepada perusahaan perekrut akan kami perjuangkan. Niluh Djelantik akan menindaklanjuti perihal ini bersama sahabat-sahabat dan juga institusi pemerintah agar tidak hal sama tidak terulang kembali.

Mohon doa kesayangan, agar bersama-sama kita hapus air mata mereka yang telah mengering, tetap sehat dan kuat walau tertatih menata hidupnya kembali. Keadilan harus kita perjuangkan, sekalipun langit runtuh!!. (ARN)

GoogleNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: