arrahmahnews

Tanggapi Israel, Iran Ancam Balasan Mengerikan bagi Setiap Upaya Agresi

Iran, ARRAHMAHNEWS.COM Kementerian Luar Negeri Iran mengecam keras retorika Perdana Menteri Israel Yair Lapid terhadap Republik Islam di Majelis Umum PBB (UNGA) ke-77 di New York. Kementerian menyatakan Lapod menyalahgunakan acara internasional bergengsi untuk mempromosikan kebencian anti-Iran dan ancaman melawan bangsa Iran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kan’ani, menulis dalam sebuah posting yang diterbitkan di halaman Twitter-nya bahwa pemimpin teroris rezim Tel Aviv mengeksploitasi podium UNGA seperti pendahulunya yang gagal Benjamin Netanyahu, untuk menyebarkan kebencian dan mengancam bangsa Iran.

BACA JUGA:

“Ini adalah modus operandi mereka untuk memeras dunia,” kata Kan’ani.

“Iran telah membuktikan tidak akan ragu-ragu untuk memberikan tanggapan yang mengerikan terhadap setiap agresi,” ujar diplomat senior Iran itu menegaskan.

Dalam pidatonya di PBB, Lapid sekali lagi mengecam Iran dan menegaskan kembali rezim akan melakukan “apa pun yang diperlukan” untuk menghentikan Teheran mengembangkan program nuklirnya.

Ia menambahkan “Satu-satunya cara untuk menghentikan Iran adalah dengan menempatkan ancaman militer yang kredibel di atas meja.

Lapid lebih lanjut mengklaim bahwa Israel memiliki kemampuan untuk tindakan seperti itu, dan bahwa rezim Tel Aviv tidak takut untuk menggunakannya.

Israel, yang menerapkan kebijakan ambiguitas disengaja tentang senjata nuklirnya, diperkirakan memiliki 200 hingga 400 hulu ledak nuklir di gudang senjatanya, menjadikannya satu-satunya pemilik senjata non-konvensional itu di Asia Barat.

Namun, entitas tidak sah itu menolak untuk mengizinkan inspeksi fasilitas nuklir militernya atau menandatangani NPT.

Apa yang mendorong Tel Aviv untuk mempercepat kegiatan nuklirnya, menurut pengamat, adalah dukungan dari AS dan Eropa, dua negara yang paling kritis terhadap program nuklir damai Iran.

Rezim ilegal ini telah membunuh setidaknya tujuh ilmuwan nuklir Iran dan melakukan serangkaian operasi sabotase terhadap fasilitas nuklir Republik Islam. (ARN)

Sumber: PressTV

GoogleNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: