arrahmahnews

Krisis Energi Eropa, Ribuan Perusahaan Terancam Gulung Tikar

Eropa, ARRAHMAHNEWS.COM Konfederasi Bisnis Eropa telah meningkatkan alarm atas krisis energi serta meroketnya biaya gas dan listrik di seluruh Eropa. Mereka mengatakan hal ini dapat menyebabkan penutupan ribuan perusahaan Uni Eropa.

Dalam sebuah surat terbuka kepada Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, lobi bisnis ini pada hari Kamis memperingatkan bahwa “keadaan harga gas dan listrik yang tinggi saat ini membawa risiko kerugian produksi dan penutupan ribuan perusahaan Eropa.”

BACA JUGA:

BusinessEurope juga meminta UE untuk menemukan solusi mendesak agar bisnis bisa tetap berjalan.

“Menemukan cara sesegera mungkin di tingkat UE untuk mengurangi dampak lumpuhnya harga energi yang dihadapi oleh bisnis Eropa adalah masalah kelangsungan hidup,” bunyi surat itu.

Krisis Energi Eropa, Ribuan Perusahaan Terancam Gulung Tikar

Krisis Energi Eropa

Mayoritas negara-negara Eropa bergulat dengan krisis energi setelah sanksi mereka sendiri terhadap raksasa energi Rusia terkait serangan di Ukraina. Akibatnya, negara-negara anggota UE mencari cara untuk mengurangi pukulan dari biaya yang melonjak.

Para menteri energi dari seluruh blok akan bertemu di Brussels pada hari ini, Jumat (30/09) di tengah dorongan oleh beberapa negara untuk menetapkan batas harga pada biaya gas. Namun, banyak negara anggota menentang gagasan tersebut karena ada perbedaan mencolok dalam berbagai energi negara-negara Uni Eropa.

BusinessEurope juga telah memperingatkan beberapa bisnis berada di ambang kehancuran dan beberapa lainnya merugi dalam hal produksi dan omset.

“Perkiraan menunjukkan bahwa 70 persen dari produksi pupuk Eropa telah ditutup atau melambat, sementara 50 persen dari total kapasitas aluminium telah hilang,” kata konfederasi bisnis tersebut. “Ada bahaya nyata bahwa bisnis, dan khususnya industri padat energi, pindah ke luar Eropa secara permanen.”

BACA JUGA:

Kelompok usaha menganggap pemisahan harga listrik dari harga gas sebagai rencana untuk mengurangi krisis. “Para pembuat kebijakan harus segera mempertimbangkan tindakan sementara di seluruh UE untuk memisahkan harga listrik dari harga gas.”

“Tindakan luar biasa ini hanya dapat dibenarkan oleh situasi luar biasa di pasar energi,” kata konfederasi itu.

Kekhawatiran tumbuh atas kemungkinan resesi di Zona Euro dengan inflasi sudah naik ke level tertinggi sepanjang masa, dengan 9,1 persen pada Agustus. Angka tersebut diprediksi akan menjadi dua digit pada akhir tahun ini.

Menurut S&P Global Ratings Company, Inggris sudah mengalami resesi setahun penuh, dengan pound Inggris menukik hampir 5 persen pada satu titik menjadi 1,0327, dolar, terendah sejak 1971. (ARN)

GoogleNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: