arrahmahnews

Pemerintah RI Belum Tanggapi Laporan Soal Peretasan Israel

Jakarta, ARRAHMAHNEWS.COM Laporan penargetan telepon seluler para pejabat Indonesia oleh NSO Israel belum mendapat tanggapan dari para pejabat resmi negara.

Menurut Reuters, Juru bicara pemerintah Indonesia, militer Indonesia, Kementerian Pertahanan Indonesia dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) tidak menanggapi permintaan komentar dan pertanyaan melalui email.

BACA JUGA:

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui kasus tersebut dan merujuk Reuters ke BSSN.

Pemerintah Belum Tanggapi Laporan Soal Peretasan Israel

Spyware

Alia Karenina, juru bicara kementerian yang dibawahi Airlangga, mengatakan bahwa menteri tidak menerima pemberitahuan dari Apple tentang upaya peretasan pada akun email resminya.

Dia mengatakan menteri Airlangga belum menginstal email resminya di telepon pribadinya dan ia menggunakan beberapa perangkat seluler. Alia tidak menanggapi pertanyaan apakah email lain yang digunakan Airlangga mendapat peringatan dari Apple.

Apple dan peneliti keamanan mengatakan penerima peringatan ditargetkan menggunakan ForcedEntry, perangkat lunak canggih yang telah digunakan oleh vendor mata-mata siber Israel NSO Group, untuk membantu agen mata-mata asing dari jarak jauh dan tanpa terlihat mengendalikan iPhone. Perusahaan cyber Israel lainnya, QuaDream, telah mengembangkan alat peretasan yang hampir identik.

Penggunaan ForcedEntry, yang mengeksploitasi kelemahan pada iPhone melalui teknik peretasan baru yang tidak memerlukan interaksi pengguna, dipublikasikan oleh pengawas keamanan siber Citizen Lab pada September 2021. Peneliti keamanan Google dalam posting blog perusahaan yang diterbitkan pada bulan Desember menggambarkannya sebagai serangan peretasan “paling canggih secara teknis” yang pernah mereka lihat. (ARN)

GoogleNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: