arrahmahnews

Rayyan Sulaiman, Bocah Tak Berdosa Korban Kebuasan Israel

Palestina, ARRAHMAHNEWS.COMSebagai seorang ibu yang setiap hari mengucapkan selamat tinggal kepada anak-anaknya saat berangkat ke sekolah, kekhawatiran terbesarnya adalah seberapa cemas mereka, seberapa nyaman perasaan mereka tanpa ada ibunya bersama mereka, seberapa berkonsentrasi mereka di kelas, dan apakah makanan yang mereka bawa cukup atau mereka akan kembali lapar. Lalu Ibu lebih suka menyiapkan makan siang mereka sebelum mereka kembali…

Namun saat seorang ibu melambaikan tangan kepada anak-anaknya yang akan bersekolah di Palestina, kekhawatiran tersebut bukan sama sekali tentang itu. Ibu Palestina hanya akan khawatir apakah permata hatinya akan kembali ke rumah atau tidak.

BACA JUGA:

Di Palestina yang indah, ada binatang buas ‘Israel’ yang mengincar tanah dan pemiliknya. Tidak peduli seberapa muda generasinya, keterikatannya dengan tanah airnya adalah kejahatan menurut standar penjajah.

Rayyan Sulaiman, Bocah Tak Berdosa Korban Kebuasan Israel

Rayyan Sulaiman

Rayyan Suleiman yang berusia tujuh tahun, dari bagian tengah Tepi Barat yang diduduki, telah kehilangan nyawanya setelah jatuh dari tempat tinggi saat melarikan diri dari pasukan pendudukan ‘Israel’ yang mengejarnya.

Sumber medis melaporkan bahwa Rayyan dirawat di rumah sakit setelah jantungnya berhenti berdetak. Upaya untuk menyadarkannya kembali gagal, dan da secara resmi dinyatakan meninggal segera setelah itu.

Anak di bawah umur yang ketakutan itu melarikan diri dari tentara rezim Zionis saat mereka mengejarnya dan siswa lain, setelah mereka pulang sekolah. Rayyan kemudian jatuh dari tempat yang tinggi dan meninggal.

Ayahnya, Yasser, mengatakan pasukan ‘Israel’ mengejar putranya ke rumah mereka, menambahkan bahwa jantung Rayyan berhenti berdetak karena dia tampaknya sangat ketakutan.

Ayah yang berduka itu mencatat bahwa ia memasukkan putranya ke dalam mobilnya dan bergegas ke rumah sakit tetapi dihentikan di tengah jalan oleh tentara pendudukan ‘Israel’ yang membiarkannya mengemudi hanya setelah mereka memastikan Rayyan sudah meninggal dunia.

BACA JUGA:

Di Palestina, bukan anak-anak yang takut pada binatang buas, meskipun binatang itu cukup buas untuk menciptakan kengerian dan untuk menakuti seluruh masa kecil mereka. Di Palestina, binatang buas yang takut pada anak-anak… Meskipun masih sangat lugu, anak-anak di Palestina dilahirkan dengan keterikatan yang kuat dengan tanah air mereka. Inilah yang ditakuti oleh penjajah, karena dapat menjadikan mereka menuntut kebebasan di masa depan.

Semangat vital yang menghantui keberadaan zionis ini tidak akan padam dengan membunuh Rayyan dan kawan-kawannya. Ibu-ibu di Palestina setiap saat melahirkan jiwa perlawanan dan revolusioner yang akan segera membasmi entitas perampas ini.

Sayangnya kemartiran Rayyan tidak menarik perhatian dunia. Pembunuhan berdarah dingin terhadapnya tidak mengundang kecaman dari badan-badan internasional.

Media dunia tidak menggunakan lensanya untuk mengekspos kejahatan keji ini seperti yang dilakukan demi Rayyan Maroko. Bocah Maroko yang jatuh disebuah sumur di sebelah rumahnya dan media dunia menyediakan liputan 24 jam untuk operasi penyelamatannya sebelum dia meninggal.

Sedihnya, standar ganda dunia hanya menganggap bocah Palestina ini hanya sebagai korban kesekian dalam catatan lengkap para korban pendudukan Israel.

Rayyan yang tampan akan beristirahat dalam damai, tetapi binatang Israel tidak akan pernah hidup tenang, tidak pernah … (ARN)

Oleh: Zainab Abdallah, MNA

GoogleNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: