arrahmahnews

China: Insiden Nord Stream “Bencana Besar dan Tragis”

Rusia, ARRAHMAHNEWS.COM Situasi mengenai jaringan pipa Nord Stream Rusia sangat tragis dan dapat memperburuk krisis energi global. Wakil tetap China untuk PBB, Geng Shuang mengatakan hal ini pada hari Jumat (30/09).

“Pipa Nord Stream adalah arteri utama untuk transportasi energi di Eropa. Menyediakan pasokan gas vital ke 23 negara. Gangguan fisik pipa, sebagai akibat dari kebocoran, telah memperburuk kekurangan pasokan energi di Eropa.

BACA JUGA:

Konsumen di seluruh dunia, terutama mereka yang berada di negara berkembang, kemungkinan besar akan menderita akibat volatilitas di pasar energi dan melonjaknya harga energi… Pada saat Eropa dan dunia sedang menghadapi proliferasi tantangan berat, ini memang merupakan bencana besar dan tragis yang tidak ingin kita alami,” kata pejabat itu di Dewan Keamanan PBB.

China: Insiden Nord Stream “Bencana Besar dan Tragis”

Jaringan pipa gas Nord Stream

Sementara harga gas di Eropa pada bulan September turun hampir seperempat dibandingkan dengan akhir Agustus di tengah berita bahwa fasilitas penyimpanan Eropa hampir penuh, harga mulai naik minggu ini karena situasi mengenai pengiriman Rusia. Menurut data dari Intercontinental Exchange London, harga berjangka Oktober dan November melonjak lebih dari 10% pada hari Jumat, menjadi 2.100 dolar per seribu meter kubik.

Geng mencatat bahwa pipa terus bocor. Ia memperingatkan bahwa selain mempengaruhi pasar energi, situasi ini juga mempengaruhi rute pengiriman serta lingkungan di daerah tersebut.

Ia menambahkan bahwa sejumlah negara percaya insiden itu sebagai hasil sabotase yang disengaja, dan mengatakan bahwa jika ini benar, maka ini “akan merupakan serangan terhadap fasilitas sipil transnasional dan jaringan pipa bawah laut” yang melanggar hukum internasional. Pejabat itu meminta PBB untuk meluncurkan penyelidikan atas kebocoran tersebut.

“Bocoran kali ini menyoroti kerentanan infrastruktur transnasional. Kami siap bekerja sama dengan semua pihak untuk menjaga keamanan infrastruktur lintas batas,” kata Geng.

Pihak berwenang Denmark melaporkan kebocoran pada pipa Nord Stream 1 dan 2 pada hari Senin. Operator pipa lokal mencatat hilangnya tekanan menyusul serangkaian ledakan bawah laut di daerah tersebut. Wall Street Journal melaporkan awal pekan ini bahwa Denmark memperkirakan kekuatan ledakan sekitar 500 kilogram TNT. (ARN)

Sumber: RT

GoogleNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: