Amerika

AS akan Jadi yang Pertama “Tarik Pemicu” Nuklir

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM – Amerika Serikat akan menjadi negara pertama yang menarik pemicu nuklir. Seorang akademisi dan komentator politik Amerika memperingatkan hal ini dalam wawancaranya.

Daniel Kovalik, seorang akademisi di University of Pittsburgh, membuat pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara dengan Press TV pada hari Sabtu, saat mengomentari pernyataan menghasut mantan penasihat keamanan nasional AS, McMaster, dan pejabat Amerika lainnya.

McMaster mengatakan pada hari Minggu bahwa Amerika Serikat harus menganggap serius ancaman Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menggunakan senjata nuklir di Ukraina.

McMaster, pensiunan letnan jenderal Angkatan Darat AS yang menjabat sebagai penasihat keamanan nasional di bawah mantan Presiden Donald Trump, mengklaim bahwa ancaman nuklir Putin adalah “satu-satunya gertakan yang tersisa” disaat pemimpin Rusia itu berupaya keras dalam perang.

BACA JUGA:

“Kita harus menganggapnya serius,” kata McMaster tentang ancaman nuklir. “Kita harus melakukannya, tetapi kita tidak boleh membiarkan ini melemahkan kita dalam hal dukungan untuk Ukraina.”

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin memperingatkan bahwa tidak ada yang bisa menghentikan Putin untuk menindaklanjuti ancamannya baru-baru ini soal penggunaan senjata nuklir.

CNN kemudian melaporkan pada hari Minggu dengan mengutip tiga sumber yang diberi pengarahan tentang intelijen terbaru, bahwa Amerika Serikat sedang mempertimbangkan bagaimana menanggapi berbagai potensi skenario, termasuk kekhawatiran bahwa Rusia mungkin menggunakan senjata nuklir taktis.

“Para pejabat itu memperingatkan AS belum mendeteksi persiapan untuk serangan nuklir. Namun, para ahli memandang hal itu sebagai opsi potensial dimana AS harus bersiap saat invasi Rusia goyah, dan ketika Moskow mencaplok lebih banyak wilayah Ukraina, ”kata laporan itu.

BACA JUGA:

“Semua ini sangat mengkhawatirkan,” kata Kovalik. “Meskipun, seperti yang dicatat oleh artikel ini sebagai tambahan bahwa ‘Pejabat AS memperingatkan AS belum mendeteksi persiapan untuk serangan nuklir,’ para pejabat yang sama ini tetap berusaha untuk menanamkan rasa takut akan potensi penggunaan senjata nuklir Rusia pada rakyat Amerika guna mengumpulkan dukungan untuk perang.”

“Sementara itu, AS-lah, dalam pandangan saya, yang mewakili ancaman lebih besar dalam hal potensi penggunaan senjata nuklir daripada yang dilakukan Rusia. Ya, Biden awal tahun ini mengubah doktrin nuklir lama AS soal penggunaan pertama senjata nuklir, membuat hal ini jelas bahwa (opsi) penggunaan pertama (senjata) seperti itu ada di atas meja, ”tambahnya.

“Jangan pernah kita lupa bahwa AS adalah satu-satunya negara di dunia yang pernah menggunakan senjata nuklir terhadap negara lain, dan itu dilakukan dua kali terhadap dua kota sipil di Jepang, bahkan ketika Jepang bersiap untuk menyerah kepada Sekutu dalam Perang Dunia II,” catatnya.

“Ini adalah benar-benar ketakutan saya bahwa perang nuklir sekarang menjadi kemungkinan yang sangat nyata. Tetapi saya yakin bahwa AS-lah yang akan menjadi negara pertama yang menarik pelatuknya. Semua pembicaraan tentang Rusia yang mungkin menggunakan senjata nuklir didasarkan pada kesalahan representasi besar dari kata-kata Putin dan pada kenyataannya mewakili proyeksi AS atas niatnya sendiri terhadap Rusia, ” simpul akademisi tersebut. (ARN)

Sumber: Press TV

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: