Amerika

Schenker: Ancaman Hizbullah Mungkinkan Lebanon Raih 100% Tuntutan Maritim

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM Mantan Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Timur Dekat, David Schenker, dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh WSJ mengatakan bahwa versi akhir dari demarkasi perbatasan laut yang ditengahi AS antara Lebanon dan entitas Zionis mencerminkan bahwa Israel telah jatuh ke permainan Bait-and-Switch (umpan dan peralihan) Lebanon.

Wamenlu AS itu menjelaskan bahwa para perunding Lebanon hari itu menang dengan menggunakan taktik umpan-dan-peralihan yang telah teruji waktu. Ia menambahkan bahwa penuntutan garis 29 untuk membatasi perbatasan laut bertujuan untuk mempertahankan posisi negosiasi awal di garis 23.

BACA JUGA:

Schenker menambahkan bahwa ketika negosiasi dilanjutkan setelah lama berhenti, para perunding Israel menganggap bahwa Libanon membuat konsesi yang signifikan dengan beralih dari jalur 20 ke jalur 23.

Schenker: Ancaman Hizbullah Mungkinkan Lebanon Raih 100% Tuntutan Maritim

David Schenker

“Sesuai perjanjian baru, Lebanon akan mencapai hampir 100% dari posisi negosiasi awalnya”.

Ia menggarisbawahi peran penting Hizbullah dalam negosiasi dengan mengancam akan menyerang anjungan gas Zionis di ladang Karish jika mulai mengekstraksi gas sebelum mencapai kesepakatan.

Presiden Michel Aoun mengumumkan pada hari Kamis bahwa Lebanon menyetujui draft akhir proposal demarkasi perbatasan maritim selatan oleh mediator AS. Pemerintah Zionis pada hari Rabu menyetujui kesepakatan maritim yang ditengahi AS dengan Lebanon. Mereka menyerah pada desakan Lebanon atas hak-haknya.

Selama beberapa bulan terakhir, Hizbullah memainkan peran sentral dalam memaksa musuh Zionis untuk meninggalkan rencananya melanggar hak-hak Lebanon. Pada 3 Juli 2022, Hizbullah menerbangkan tiga pesawat tak berawak di atas platform Israel di ladang gas Karish yang terletak di zona yang disengketakan, mengirimkan pesan kuat yang memperingatkan musuh terhadap pelanggaran apa pun.

Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyid Hasan Nasrallah pada 13 Juli memperingatkan musuh Israel dan Amerika Serikat bahwa jika Lebanon dicegah untuk mengekstraksi sumber daya maritimnya, Israel tidak akan dapat mengekstraksi atau menjual gas dan minyak.

Pada tanggal 31 Juli, media militer Hizbullah merilis sebuah video yang menunjukkan platform Israel beroperasi di Mediterania, memperingatkan musuh Zionis tentang upayanya untuk menjarah ladang gas dan minyak Lebanon. (ARN)

Sumber: Al-Manar

GoogleNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: