Amerika

Elon Musk Tuduh Rusia Berusaha “Bunuh” Starlink

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM CEO SpaceX, Elon Musk, menyalahkan Rusia karena berupaya menonaktifkan layanan satelit Starlink-nya, yang sangat diandalkan pasukan Ukraina dalam konflik antara Moskow dan Kiev.

“Rusia secara aktif berusaha membunuh Starlink,” kata Musk dalam sebuah tweet pada hari Sabtu.

BACA JUGA:

Menurut taipan itu, SpaceX, yang mengoperasikan layanan satelit, telah mengalokasikan “sumber daya besar-besaran” untuk melindunginya dari gangguan dan serangan siber.

Elon Musk Tuduh Rusia Berusaha “Bunuh” Starlink

Space EX

“Meski begitu, Starlink mungkin masih mati,” katanya memperingatkan.

Musk telah menyumbangkan terminal Starlink senilai 80 juta dolar ke Kiev pada awal konflik di akhir Februari. Sistem tersebut menjadi alat komunikasi utama bagi pasukan Ukraina.

Namun, orang terkaya di dunia itu berselisih dengan pejabat Ukraina pada awal Oktober setelah mengungkap rencana perdamaiannya untuk konflik ini. Menurut Musk, Rusia harus “mengulangi pemilihan wilayah yang dianeksasi di bawah pengawasan PBB. Kemudian Kiev akan berkomitmen pada netralitas dan membatalkan klaimnya atas Krimea.

Presiden Ukraina Vladimir Zelensky bereaksi terhadap gagasan itu dengan meluncurkan jajak pendapat di Twitter, menanyakan pengikutnya “Elon Musk mana yang lebih mereka sukai” (orang yang mendukung Ukraina atau orang yang mendukung Rusia.

Duta besar kontroversial Kiev untuk Jerman Andrey Melnik bahkan melangkah lebih jauh, mengatakan kepada taipan itu untuk “berhenti.”

Pertengkaran di Twitter ini bertepatan dengan laporan bahwa militer Ukraina mulai mengalami masalah dengan komunikasi Starlink-nya.

Awal pekan ini, Musk mengatakan ia tidak bisa lagi menyediakan layanan Starlink gratis untuk Ukraina. Ia menyarankan agar Pentagon membayarnya. Departemen Pertahanan AS mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka telah mendiskusikan masalah ini dengan SpaceX.

Ditinggalkan tanpa Starlink “akan menjadi pukulan besar bagi kemampuan pertahanan Ukraina. Dalam hal ini mereka tidak akan dapat menggunakan data satelit untuk penargetan. Senator Rusia Vladimir Dzhabarov mengungkap hal ini pada hari Jumat. (ARN)

Sumber: RT

GoogleNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: