arrahmahnews

Janjikan Reunifikasi Damai dengan Taiwan, Xi Jinping: Tetap Ada Opsi Militer

China, ARRAHMAHNEWS.COM – Presiden China Xi Jinping, menyampaikan pidato panjang lebar pada sesi pembukaan Kongres Nasional Partai Komunis ke-20. Ia memuji keberhasilan partai ini dalam mempertahankan keamanan nasional dan stabilitas sosial. Ia juga berjanji untuk mengupayakan masalah reunifikasi dengan Taiwan.

“Menyelesaikan pertanyaan Taiwan adalah masalah bagi China, masalah yang harus diselesaikan oleh China,” kata Xi kepada sekitar 2.300 delegasi partai pada hari Minggu.

BACA JUGA:

“Kita akan terus berjuang untuk reunifikasi damai dengan ketulusan terbesar dan upaya terbaik, tetapi kita tidak akan pernah berjanji untuk meninggalkan penggunaan kekuatan, dan kita berhak memilih untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan,” katanya.

Janjikan Reunifikasi Damai dengan Taiwan, Xi Jinping: Tetap Ada Opsi Militer

Reunifukasi China dan Taiwan

Xi menekankan bahwa Taiwan sebagai rekan sebangsa tidak boleh menganggap hal ini sebagai ancaman. Xi menjelaskan bahwa peringatan itu “tidak ditujukan” pada mereka, melainkan “kekuatan luar” dan “beberapa separatis yang menginginkan kemerdekaan Taiwan.”

Pemimpin China itu mendorong “rakyat di kedua sisi Selat itu untuk bekerja sama guna mempromosikan budaya China dan menjalin ikatan yang lebih erat.

Beijing “selalu menunjukkan rasa hormat dan kepedulian terhadap rekan senegaranya Taiwan dan bekerja untuk memberikan manfaat bagi mereka,” kata Xi.

Desakan Xi bahwa Beijing akan mengupayakan reunifikasi damai, tetapi tidak mengesampingkan penggunaan militernya, sesuai dengan posisi resmi pemerintah yang tercantum dalam buku putih yang diterbitkan bulan lalu.

Dalam dokumen tersebut, pemerintah China menegaskan komitmennya untuk menggunakan cara non-militer, tetapi mencadangkan “opsi lain untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan” guna mengembalikan Taiwan dibawah kendali China.

Taiwan telah memerintah sendiri sejak pasukan nasionalis yang dipimpin oleh Chiang Kai-shek melarikan diri ke pulau itu pada tahun 1949, setelah mereka kalah perang saudara dari Komunis. Presiden Taiwan saat ini, Tsai Ing-wen, dipandang di Beijing sebagai separatis. Selain menentang peringatan Beijing dan menjamu pejabat tinggi AS di pulau itu, Taipei telah meningkatkan pembelian senjata AS di bawah kepemimpinannya dan para diplomatnya telah mendorong negara-negara Barat untuk mengabaikan pengakuan mereka terkait kedaulatan China atas Taiwan. (ARN)

Sumber: RT

GoogleNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: