arrahmahnews

Pejabat Tel Aviv: Ancaman Hizbullah Dorong Israel Tandatangani Kesepakatan Maritim

Israel, ARRAHMAHNEWS.COM Menteri Dalam Negeri pendudukan Israel Ayelet Shaked mengatakan bahwa adalah sangat memalukan Nasrallah bisa mengelarkan ancaman untuk menembaki ladang gas Karish jika Israel mulai mengekstraksi gas sebelum kesepakatan ditandatangani.

Membahas kesepakatan dengan Lebanon, Shaked mengatakan “Sayangnya, ancaman ini adalah dorongan penandatanganan perjanjian ini.

BACA JUGA:

Mantan duta besar AS untuk “Israel”, David Friedman,saat diwawancarai oleh Israel Hayom mengkritik keras kesepakatan itu.

Pejabat Tel Aviv: Ancaman Hizbullah Dorong Israel Tandatangani Kesepakatan Maritim

Menteri Dalam Negeri pendudukan Israel Ayelet Shaked

Friedman, yang merupakan duta besar pemerintahan Trump untuk pendudukan, mengatakan bahwa “desakan Hizbullah untuk menerima seluruh wilayah yang disengketakan menghasilkan konsesi Israel,” lebih lanjut menambahkan bahwa “Hizbullah adalah pihak yang berhasil mendorong pihak lain untuk pindah dari tempat kita berada beberapa tahun lalu.”

Ia lebih lanjut melihat bahwa “Hizbullah berada di tempat yang baik sekarang karena mereka menang. Mereka bukan bagian langsung dari negosiasi, tetapi sikap merekalah yang memberi Lebanon tambahan 40% ini. Peningkatan ini, dibandingkan dengan [apa yang dimiliki Lebanon di ] masa lalu, adalah karena perbuatan Hizbullah.”

Perdana Menteri Israel Yair Lapid mengumumkan pada 11 Oktober bahwa “Israel” telah mencapai kesepakatan bersejarah tentang perjanjian demarkasi maritim yang dimediasi oleh AS.

“Ini adalah pencapaian bersejarah yang akan meningkatkan keamanan Israel, membawa miliaran ke ekonomi Israel dan membawa stabilitas ke perbatasan utara,” kata Lapid dalam sebuah pernyataan.

Media Israel, mengutip mantan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, mengkritik rancangan perjanjian ini. Netanyahu mengatakan “ini bukan perjanjian historis, melainkan penyerahan historis, likuidasi [dalam arti komersial] yang berkaitan secara khusus dengan Lapid.” (ARN)

Sumber: Al-Mayadeen

GoogleNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: