Amerika

Inilah Bentuk Pelecehan AS kepada Arab Saudi

Arab Saudi, ARRAHMAHNEWS.COMInilah bentuk pelecehan AS kepada Arab Saudi. Presiden AS Joe Biden akan bertindak “Secara metodis” dalam memutuskan bagaimana menanggapi Arab Saudi atas pengurangan produksi minyak. Tetapi menurut penasihat “Keamanan Nasional” Gedung Putih Jake Sullivan, perubahan dalam pemberian bantuan keamanan AS, termasuk salah satu diantara opsi yang ada.

Sullivan, berbicara di CNN, mengatakan bahwa tidak ada perubahan pada hubungan Amerika Serikat dan Arab Saudi yang akan segera terjadi, karena Biden mengevaluasi kembali.

BACA JUGA:

“Jadi presiden tidak akan bertindak tergesa-gesa. Dia akan bertindak secara metodis, strategis dan dia akan meluangkan waktu untuk berkonsultasi dengan anggota kedua partai, dan juga memberi  kesempatan bagi Kongres untuk kembali sehingga dia bisa duduk dengan mereka di kursi parlemen secara langsung dan bekerja sesuai dengan pilihan,” kata Sullivan.

Inilah Bentuk Pelecehan AS kepada Arab Saudi

Mbs dan Pejabat AS

Sehari setelah produsen minyak OPEC+ mengumumkan pengurangan produksi meski ada keberatan AS pekan lalu, Biden bersumpah untuk memaksakan “konsekuensi” pada Arab Saudi karena berpihak pada Rusia dalam mendukung pemangkasan. Langkah OPEC+ merusak rencana negara-negara Barat untuk mengenakan batasan pada harga ekspor minyak Rusia sebagai tanggapan atas perang Moskow di Ukraina.

Senator AS Bob Menendez, seorang Demokrat yang memimpin Komite Hubungan Luar Negeri Senat, menyerukan penghentian sebagian besar penjualan senjata AS ke Arab Saudi setelah langkah OPEC+.

BACA JUGA:

Opsi Biden “termasuk perubahan pada pendekatan kami terhadap bantuan keamanan ke Arab Saudi, tetapi saya tidak akan mendahului presiden. Apa yang akan saya katakan adalah tidak ada yang akan terjadi dalam waktu dekat,” kata Sullivan, menambahkan bahwa ada waktu bagi Biden untuk berkonsultasi dengan Kongres.

Sullivan mengatakan Biden tidak memiliki rencana untuk bertemu dengan pemimpin de-facto Arab Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, pada pertemuan puncak para pemimpin G20 pada November di Indonesia. (ARN)

GoogleNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: