arrahmahnews

Menteri Kehakiman Israel: Tel Aviv Takkan Persenjatai Ukraina

Israel, ARRAHMAHNEWS.COM Menteri Kehakiman Israel Gideon Saar menyatakan bahwa Israel tidak akan mempersenjatai Ukraina, meskipun Menteri Urusan Diaspora Nachman Shai menyarankan sebaliknya. Kiev telah berulang kali mendesak Israel untuk meminta senjata, dan berniat mengajukan petisi lagi ke Tel Aviv dalam beberapa hari mendatang.

“Dukungan kami untuk Ukraina tidak termasuk sistem senjata dan persenjataan, dan tidak ada perubahan pada posisi itu,” kata Saar kepada penyiar Radio Tentara Israel pada hari Selasa.

BACA JUGA:

Sebelumnya pada hari Minggu, Menteri Urusan Diaspora Nachman Shai mengumumkan bahwa “waktunya telah tiba bagi Ukraina untuk menerima bantuan militer” dari Israel. Ia mengklaim bahwa Iran memasok Rusia dengan rudal balistik. Iran sendiri menegaskan bahwa klaim ini “tidak berdasar,” dan bahwa mereka tidak mempersenjatai kedua sisi konflik.

Menteri Kehakiman Israel: Tel Aviv Takkan Persenjatai Ukraina

Menteri Kehakiman Israel

Pernyataan Shai itu kemudian memicu kemarahan di Moskow, dengan mantan presiden Rusia Dmitry Medvedev memperingatkan bahwa bantuan militer Israel ke Ukraina akan “menghancurkan semua hubungan diplomatik” antara kedua negara.

Ini juga memicu gelombang penolakan di Yerusalem Barat, dengan sumber-sumber pemerintah mengatakan kepada Times of Israel pada hari Senin bahwa Israel tidak berencana mempersenjatai Ukraina. Komentar Shai tidak mencerminkan kebijakan pemerintah.

Israel juga menolak permintaan dari Ukraina pada hari Senin untuk mengadakan panggilan telepon antara menteri pertahanannya, Benny Gantz, dan mitranya dari Ukraina, Alexey Reznikov.

Namun, Kiev tidak terpengaruh. Menteri Luar Negeri Ukraina Dmitry Kuleba mengatakan pada hari Selasa bahwa pemerintahnya akan mengirim catatan resmi ke Israel meminta senjata pertahanan udara. Ukraina telah meminta Israel untuk menyumbangkan sistem ini selama berbulan-bulan, dengan Presiden Vladimir Zelensky mengatakan kepada wartawan Prancis bulan lalu bahwa dia “terkejut” dengan penolakan rezim, dan menuduh bahwa pemerintah Israel berada di bawah “pengaruh Rusia.” (ARN)

Sumber: RT

GoogleNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: