arrahmahnews

Pertama Kali, Italia Dipimpin Seorang PM Wanita

Italia, ARRAHMAHNEWS.COM Giorgia Meloni, telah membentuk koalisi penguasa baru Italia. Ini adalah pertama kalinya sejak berakhirnya perang dunia kedua, negara itu dipimpin pemerintahan sayap kanan, dengan juga pertama kalinya dipimpin oleh seorang Perdana Menteri Wanita.

Presiden Italia Sergio Mattarella pada hari Jumat memberi wanita pertama yang akan menjabat sebagai perdana menteri Italia itu mandat untuk membentuk Kabinet pemerintahan baru dan diperkirakan akan dilantik pada hari Sabtu.

BACA JUGA:

Pemerintah koalisi baru ini akan dibentuk oleh beberapa partai sayap kanan, termasuk partai Brothers of Italy (FdI) milik Meloni, partai Liga Matteo Salvini dan partai Forza Italia, yang dipimpin oleh politisi veteran dan mantan PM negara itu Silvio Berlusconi.

Pertama Kali, Italia Dipimpin Seorang PM Wanita

Giorgia Meloni

“Kami siap untuk memerintah Italia,” bunyi sebuah pernyataan yang diposting ke halaman Facebook resmi Meloni. “Kita akan mampu menghadapi urgensi dan tantangan zaman kita dengan kesadaran dan kompetensi.”

Komposisi kabinet baru telah diumumkan, dengan FdI menerima sembilan kementerian, sementara dua anggota koalisi lainnya masing-masing mendapatkan lima. Pembentukan pemerintah terjadi setelah dua hari konsultasi resmi, dirusak oleh skandal seputar pidato bocoran Berlusconi pada pertemuan partainya.

Pernyataan eksplosif, yang keasliannya dikonfirmasi ke media oleh Forza pada hari Kami situ diantaranya mengungkap bagaimana Berlusconi berhubungan kembali dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, dengan keduanya bertukar surat dan hadiah “manis” ditengah ketegangan yang sedang berlangsung antara Roma dan Moskow atas konflik. Menurut Berlusconi, Putin menyebutnya “yang pertama dari lima teman sejatinya”.

BACA JUGA:

Berlusconi juga menantang sikap Barat yang mendukung permusuhan. Menuduh Kiev menghasut konflik dengan mengingkari rencana perdamaian untuk Ukraina timur. Skandal itu, yang dipicu oleh kebocoran, tampaknya membuat pembentukan pemerintah koalisi tidak terpengaruh.

FdI menerima suara terbanyak pada 25 September selama pemilihan cepat yang dipicu oleh jatuhnya Perdana Menteri Mario Draghi.

Pemerintah sebelumnya tidak dapat menyepakati bagaimana mengatasi masalah ekonomi yang dihadapi Italia, seperti inflasi yang menggelembung dan mengatasi dampak pandemi Covid-19. (ARN)

Sumber: RT

GoogleNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: