arrahmahnews

Militer AS Uji Coba Senjata Hipersonik

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM Angkatan Laut dan Angkatan Darat AS telah melakukan uji komponen dan bahan senjata hipersonik. Ini bagian dari peningkatan upaya Pentagon dalam perlombaan dengan Rusia dan China untuk mengembangkan persenjataan berkecepatan tinggi yang dapat menghindari sistem pertahanan modern.

Peluncuran roket yang disebut “sounding” ini dilakukan pada hari Rabu, dari pantai Virginia. Peluncuran dikatakan berhasil menguji peralatan komunikasi dan navigasi senjata hipersonik serta bahan yang dapat menahan panas yang dihasilkan saat melaju dengan kecepatan 5 Mach, atau lima kali kecepatan suara.

BACA JUGA:

Angkatan Laut dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa roket kedua akan diluncurkan akhir pekan ini untuk menyelesaikan putaran pengujian terbaru.

Militer Amerika Uji Coba Senjata Hipersonik

Senjata hipersonik

“Roket-roket ini berisi muatan eksperimental yang menyediakan data tentang kinerja material dan sistem dalam lingkungan hipersonik yang realistis,” bunyi pernyataan Angkatan Laut.

Evaluasi semacam itu mengisi “celah kritis” antara pengujian darat dan pengujian penerbangan penuh. “Data yang dikumpulkan dari kampanye roket terbaru akan mendorong peningkatan kemampuan perang untuk Angkatan Laut dan Angkatan Darat guna memastikan dominasi medan perang yang berkelanjutan.”

Pentagon berusaha keras untuk mencapai kemampuan perang hipersonik pada awal hingga pertengahan 2020-an di tengah kekhawatiran bahwa AS telah tertinggal dari Rusia dan China dalam mengembangkan persenjataan semacam itu.

Rusia, pada kenyataannya, telah menggunakan rudal hipersonik di medan perang di Ukraina. Untuk pertama kalinya teknologi tersebut digunakan dalam pertempuran. Pejabat Pentagon mengklaim pada bulan Mei bahwa rudal itu tidak memiliki “efek yang mengubah permainan.”

Kendaraan luncur hipersonik dibawa ke atmosfer atas dengan roket, kemudian meluncur ke target mereka dengan kecepatan 5 Mach atau lebih tinggi. Kecepatan dan kemampuan manuver mereka membuat mereka sulit dicegat dengan sistem pertahanan saat ini. (ARN)

Sumber: RT

GoogleNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: