Amerika

Latihan Perang, Korut Sasar Target Utama AS dan Korsel

Korea Utara, ARRAHMAHNEWS.COM Korea Utara mengatakan bahwa pihaknya menanggapi latihan perang Korea Selatan dan Amerika Serikat baru-baru ini dengan melakukan Latihan serangan terhadap target-target utama musuh.

Latihan perang enam hari AS-Korsel dengan nama kode Vigilant Storm, berakhir pada hari Sabtu. Mereka menampilkan hampir 240 pesawat tempur yang melakukan sekitar 1.600 serangan mendadak. Angkatan Udara AS telah membual bahwa latihan dalam skala sebesar itu belum pernah terjadi sebelumnya.

BACA JUGA:

Militer Korea Utara mengatakan pada hari Senin bahwa latihan tersebut adalah “provokasi terbuka yang bertujuan untuk meningkatkan ketegangan dengan sengaja” dan “latihan perang berbahaya dengan sifat agresif yang sangat tinggi,” lapor Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA).

Korut Sasar Target Utama AS dan Korsel

Rudal Korut

Militer menambahkan bahwa mereka telah menanggapi dengan langkah-langkah yang mensimulasikan serangan pangkalan udara dan pesawat tempur musuh.

Selama latihan, Korea Utara menguji coba beberapa rudal, termasuk kemungkinan rudal balistik antarbenua (ICBM), dan ratusan peluru artileri ke laut.

Militer Korea Utara juga mengatakan bahwa mereka bahkan telah melakukan Latihan serangan ke sebuah kota besar di Korea Selatan untuk “menghancurkan histeria perang musuh yang gigih.”

Pernyataan Korut juga mengkonfirmasi penembakan dua rudal jelajah “strategis” yang tampaknya berkemampuan nuklir pada 2 November ke arah perairan Ulsan, kota pesisir tenggara yang menampung pembangkit listrik tenaga nuklir dan taman pabrik besar.

Operasi tersebut juga termasuk peluncuran dua “rudal balistik taktis yang sarat dengan hulu ledak dispersi”, uji coba “hulu ledak fungsional khusus yang melumpuhkan sistem komando operasi musuh”, dan “serangan mendadak tempur habis-habisan” yang melibatkan 500 jet tempur.

“Semakin gigih gerakan militer provokatif musuh berlanjut, semakin teliti dan tanpa ampun KPA (Tentara Rakyat Korea) akan melawan mereka,” simpulnya. (ARN)

Sumber: PressTV

GoogleNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: