arrahmahnews

Rumor Gubernur Bali Diskiminasi MC Wanita, Niluh Djelantik Kirim Surat Terbuka

Bali, ARRAHMAHNEWS.COMLagi-lagi diduga Gubernur Bali bersikap dikriminatif kepada salah satu perempuan asal Bali yang berprofesi sebagai master of ceremony atau MC kembali ramai diperbincangkan.

Perbincangan seputar MC dengan nama yang memiliki nama lengkap Putu Dessy Fridayanthi lantaran mengaku mendapat perlakukan diskriminasi yang diduga dilakukan oleh Gubernur Bali I Wayan Koster.

BACA JUGA:

Tentu saja membuat salah satu tokoh wanita asal Bali, Niluh Djelantik angkat suara, bahkan di akun Instagramnya dia menulis surat terbuka yang ditujukan kepada Gubernur Bali.

Foto Niluh Djelantik dan Ecy

Berikut isi surat terbuka Niluh Djelantik:

SURAT TERBUKA UNTUK GUBERNUR BALI, I Wayan Koster.

Perihal : PEREMPUAN BALI TERHORMAT DAN BERHARGA.

Selamat sore Pak, kuharap Bapak sehat berbahagia selalu. Tahun lalu setelah menerima pengaduan Ecy terkait peristiwa yang menimpanya di salah satu acara di Bali yang dihadiri Menko Marves @luhut.pandjaitan dan Bapak, kutulis surat terbuka sekaligus permintaan klarifikasi & petisi. Sudah lewat setahun, dimana klarifikasi itu?.

Perempuan adalah sosok sentral kehidupan kita. Peran mereka sangat penting selain sebagai istri, ibu bagi anak-anaknya, perempuan juga berhak menjadi siapapun mereka mau, menekuni pekerjaan/karir yang mereka cintai.

Banyak pengaduan terkait hak perempuan, anak-anak, rakyat termarjinalkan masuk ke ponselku.

Mengapa mereka datang ke Niluh Djelantik? Karena mereka tahu curahan hati, suara mereka kuterima, kudengarkan. Mereka percaya hak mereka pasti diperjuangkan.

BACA JUGA:

Besok peresmian Pelabuhan Sanur yang kabarnya akan dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo. Hari ini aku menerima pesan WA bahwa Ecy sebagai MC acara dicancel dan diganti dengan MC laki-laki, apakah kabar tersebut benar adanya? Jika benar, siapa yang membatalkan? Mengapa tidak keduanya saja di-hire?

Ecy itu MC kebanggaan Bali, berkelas internasional. Rutin jadi pembawa acara yang dihadiri Presiden RI.

Ecy adalah salah satu penyemangat bagi perempuan Bali untuk menggapai impian dengan bakat dan kemampuan yang mereka miliki.

Mari belajar dari peristiwa tahun lalu saat kritikku direspon, peristiwa diskriminasi tersebut jadi sorotan mendapatkan teguran dari Menteri PPPA Bintang Puspayoga, belasan organisasi kesetaraan gender hingga Ombudsman.

Pesanku kali ini to the point saja; Mohon jaga martabat pekerja event perempuan Bali agar jadi tuan rumah di tanah kelahirannya.

Siapapun pejabat publik/kepala daerah yang menghormati hak perempuan adalah sahabatku.

Begitupun sebaliknya. Aku tidak segan menyuarakan dan tak akan berhenti memperjuangkan mereka sekalipun langit runtuh.

Besok kuharap Ecy bisa tampil di acara tersebut. Tunjukkan bahwa kita adalah bangsa besar yang menghormati ibu pertiwi dan perempuan. Terimakasih, Niluh Djelantik. (ARN)

GoogleNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: