arrahmahnews

Israel Rilis Detail Rencana Pembangunan Kedubes Permanen AS di Yerusalem

Israel, ARRAHMAHNEWS.COM Sebuah rencana detail untuk pembangunan gedung Kedutaan Besar permanen AS di Yerusalem yang diduduki diterbitkan pada hari Selasa oleh “pemerintahan” Israel yang menduduki kota tersebut.

Menurut surat kabar Israel, Komite Perencanaan dan Pembangunan Lokal Yerusalem menerbitkan rencana pembangunan terperinci untuk Kedutaan Besar permanen AS di Yerusalem yang diduduki, yang akan menggantikan misi sementara saat ini, yang digunakan sejak mantan presiden AS Donald Trump memindahkannya dari Tel Aviv dalam sebuah langkah provokatif di tahun 2018.

BACA JUGA:

Kompleks diplomatik akan dibangun di pangkalan militer Allenby yang ditinggalkan di pinggiran lingkungan Talpiot, yang dibangun oleh Ottoman dan kemudian digunakan oleh pendudukan Israel hingga 1990-an.

Israel Rilis Detail Rencana Pembangunan Kedubes Permanen AS di Yerusalem

Peta lokasi rencana Kedubes AS di Yerusalem

The Times of Israel mengatakan kedutaan itu akan terletak di antara Jalan Hebron, Jalan Hanoch Albek dan Jalan Daniel Yanovski, sebuah daerah yang berada tepat di dalam Garis Hijau 1949, yang memisahkan Palestina yang diduduki tahun 1948 dari wilayah Palestina yang diduduki lainnya di bagian timur Yerusalem dan Tepi Barat.

Gedung Kedubes itu juga akan berdekatan dengan situs yang direncanakan untuk kedutaan Inggris dimana sebelumnya mantan Perdana Menteri Inggris Liz Truss mengumumkan pada bulan September bahwa ia sedang mempertimbangkan relokasi kedutaan Inggris untuk Israel di Tel Aviv ke kota Yerusalem yang diduduki.

Kompleks baru ini akan berisi gedung kedutaan, kantor, tempat tinggal staf, parkir dan gedung keamanan. Bagaimanapun laporan itu tidak memberikan perkiraan kapan pembangunannya akan selesai.

Wakil Walikota Yerusalem Fleur Hassan-Nahoum mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa rencana itu diterbitkan menyusul “kerja keras empat tahun” dengan misi AS.

Pada tahun 2017, mantan Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem yang diduduki pada Mei 2018, memicu kritik dari bangsa Palestina, sebagian besar negara mayoritas Muslim, dan banyak negara di Eropa, karena mereka khawatir akan hal itu akan merusak prospek solusi dua negara untuk apa yang disebut “konflik Israel-Palestina.”

Amerika Serikat, Honduras, Guatemala, dan Kosovo adalah negara yang memiliki kedutaan besar di Yerusalem yang diduduki. (ARN)

GoogleNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: