arrahmahnews

Sanksi Anti-Rusia Penyebab Resesi Eropa

Italia, ARRAHMAHNEWS.COM Mantan wakil sekretaris Kementerian Pembangunan Ekonomi Italia, Michele Graci, pada hari Jumat mengatakan bahwa negara-negara Eropa menanggung konsekuensi dari sanksi yang dikenakan pada Rusia.

“Upaya Eropa untuk menjauhkan Rusia dari arena energi telah menyebabkan kenaikan harga energi dan bukan hanya perang di Ukraina,” jelas Graci. Ia mencatat bahwa, “ekonomi menurun karena peningkatan harga energi yang disebabkan oleh Uni Eropa dan sanksinya terhadap Moskow.”

BACA JUGA:

“Orang-orang Eropa terbiasa dengan cara hidup tertentu, dan akan sulit bagi pemerintah terpilih untuk menemukan solusi bagi hal itu,” jelasnya.

Sanksi Anti-Rusia Penyebab Resesi Eropa

Michele Graci

“Orang-orang Eropa menyalahkan Amerika Serikat karena mereka harus membayar dua kali lipat harga gas untuk mendapatkannya dari AS,” kata Graci lebih lanjut.

“Orang-orang Eropa percaya bahwa Amerika Serikat mengorbankan mereka melalui perangnya di Ukraina.”

Mantan pejabat Italia itu menambahkan bahwa, “Amerika Serikat harus menyediakan gas bagi Eropa dengan harga rendah dan mengakhiri perang di Eropa,” menekankan bahwa, “solusi ada di tangan Washington, yang harus bekerja untuk mengakhiri perang melalui diplomasi.”

Patut dicatat bahwa pada 30 September, para menteri energi Uni Eropa mencapai kesepakatan politik tentang peraturan yang diusulkan untuk mengatasi kenaikan harga energi. Peraturan tersebut mengatur langkah-langkah bersama untuk mengurangi permintaan listrik dan mengumpulkan serta mendistribusikan kembali pendapatan sektor energi surplus kepada pelanggan akhir.

BACA JUGA:

Mengenai kemungkinan Rusia sepenuhnya menghentikan pasokan gas ke Jerman, Graci mengatakan kepada Al Mayadeen bahwa “jika Rusia benar-benar berhenti memasok gas ke Jerman, Berlin akan menghadapi krisis besar,” menjelaskan bahwa, “Runtuhnya Jerman berarti runtuhnya Eropa secara keseluruhan.”

“Negara-negara BRICS akan mendapat manfaat dari krisis ini karena mereka terus membeli gas Rusia,” katanya, seraya menambahkan bahwa, “perkembangan ini akan menggeser keseimbangan kekuatan dari Eropa ke Asia.”

“Jika Italia berhasil mendapatkan kesepakatan dengan Aljazair sebelum Jerman, ekonominya akan bertahan,” kata Graci kepada Al Mayadeen.

Aljazair memasok Italia dengan gas melalui pipa “Transmad / Enrico Mattei”, yang menghubungkan pulau Sisilia melalui Tunisia dengan kapasitas transportasi tahunan maksimum 32 miliar meter kubik.

Pada bulan April, Aljazair dan Italia menandatangani perjanjian untuk meningkatkan pasokan gas hingga 9 miliar meter kubik selama dua tahun ke depan. (ARN)

GoogleNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: