arrahmahnews

Gazprom Tuding Ukraina Curi Gas Rusia Untuk Moldova

Rusia, ARRAHMAHNEWS.COM Raksasa energi Rusia, Gazprom, mengatakan pada hari Selasa bahwa Kiev mengalihkan pasokan gas alam yang transit menuju Moldova ke Ukraina. Perusahaan tersebut mengancam akan membatasi pengiriman melalui pipa utama sebagai tanggapan.

“Volume gas yang dipasok oleh Gazprom ke stasiun pengukur gas (GMS) ‘Sudzha’ untuk transit ke Moldova melalui Ukraina lebih banyak dari volume fisik yang ditransmisikan di perbatasan Ukraina dengan Moldova,” bunyi pernyataan Gazprom.

BACA JUGA:

Menurut Gazprom, Moldova telah membayar beberapa pasokan gas November pada hari Senin, dan Kiev telah menyimpan 52,52 juta meter kubik gas yang dimaksudkan untuk Moldova di wilayahnya.

Gazprom Tuding Ukraina Curi Gas Rusia Untuk Moldova

Gazprom

Perusahaan energi Rusia itu lebih lanjut memperingatkan bahwa jika ketidakseimbangan transit berlanjut maka mereka akan mulai memangkas pasokan gas ke Sudzha GMS untuk transit melalui Ukraina mulai pukul 10 pagi (7 pagi GMT) pada 28 November, “dalam jumlah dibawah pengiriman harian.”

Jalur transit Sudzha melalui Ukraina tetap menjadi satu-satunya rute untuk memasok gas Rusia ke negara-negara Eropa barat dan tengah setelah jaringan Nord Stream rusak akibat ledakan yang mencurigakan pada September.

Pada hari yang sama, Kiev menanggapi dengan menuduh Gazprom memanipulasi fakta. Operator sistem transmisi gas negara itu menyatakan bahwa seluruh volume gas yang diterima oleh Ukraina di perbatasan dengan Rusia ditransfer ke Moldova. Namun, sebagian dari gas itu dikembalikan ke Ukraina dalam bentuk “pembalikan virtual”, klaim operator.

BACA JUGA:

Sementara itu, Moldova yang terkurung daratan yang akhir-akhir ini mengalami pemadaman listrik besar-besaran itu telah meminta bantuan internasional karena melonjaknya biaya energi dan meroketnya inflasi akan memberikan tekanan besar pada konsumen di salah satu negara termiskin di Eropa itu.

Menurut Kementerian Luar Negeri Prancis, dukungan menjadi lebih penting karena Moldova menghadapi krisis energi yang belum pernah terjadi sebelumnya sementara musim dingin kian mendekat. (ARN)

GoogleNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: