Amerika

Elon Musk Klaim Ujaran Kebencian “Turun Drastis” di Twitter

Palestina, ARRAHMAHNEWS.COM Elon Musk mengklaim bahwa “ujaran kebencian” telah menurun drastis di Twitter. Sementara disisi lain kekhawatiran atas penyebaran pesan antisosial justru meningkat pasca Musk memulihkan akun-akun kontroversial termasuk akun mantan Presiden AS Donald Trump dan Kanye West.

“Tayangan ujaran kebencian turun 1/3 dari level pra-lonjakan. Selamat untuk tim Twitter!” cuit Musk pada hari Kamis.

BACA JUGA:

Pekan lalu, orang terkaya di dunia, yang mengakuisisi platform microblogging populer dalam kesepakatan 44 miliar dollar itu mengumumkan kebijakan baru untuk pengguna Twitter.

Multi-miliarder tersebut mengklaim bahwa perusahaan yang berbasis di San Francisco itu tidak akan mempromosikan segala bentuk ujaran kebencian atau konten negatif di situs tersebut.

Elon Musk Klaim Ujaran Kebencian “Turun Drastis” di Twitter

Elon Musk

“Kebijakan Twitter baru adalah kebebasan berbicara, tetapi bukan kebebasan untuk menjangkau. Tweet negatif/kebencian akan di-deboost & di-demonetisasi secara maksimal, jadi tidak ada iklan atau pendapatan lain untuk Twitter. Anda tidak akan menemukan tweet kecuali Anda secara khusus mencarinya, yang tidak berbeda dengan internet lainnya,” cuitnya.

Terlepas dari klaimnya yang tinggi tentang penurunan angka ujaran kebencian, ada kekhawatiran luas tentang arah Twitter di bawah kepemimpinan taipan bisnis berusia 51 tahun itu.

BACA JUGA:

Aktivis di AS bahkan telah membuat grup yang disebut “Stop Toxic Twitter Coalition” untuk menekan pengiklan raksasa media sosial yang masih terkait dengannya setelah akuisisi Musk.

Mengikuti seruan koalisi, banyak merek, termasuk Volkswagen, Audi dan Balenciaga menarik iklan mereka dari Twitter.

Selain itu, sebuah laporan yang dirilis oleh British Center for Countering Digital Hate minggu ini mengatakan bahwa istilah anti-Semit dan rasis telah meningkat secara signifikan di Twitter setelah Musk mengambil alih pada akhir Oktober.

Laporan itu lebih lanjut menyebutkan bahwa beberapa penghinaan rasis tertentu melihat peningkatan 77 persen pada tahun 2022 dibandingkan dengan penggunaannya sebelum administrasi Musk. (ARN)

Sumber: Sputnik

GoogleNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: