Amerika

AS akan Labeli Sekutu Putin sebagai Teroris

Amerika, ARRAHMAHNEWS.COM Pemerintahan Presiden AS Joe Biden sedang mempertimbangkan untuk melabeli Grup Wagner sebagai organisasi teroris asing, sebagai cara untuk memberi tekanan lebih besar pada Rusia. Bloomberg dengan mengutip sumber orang dalam anonim.melaporkan pada hari Selasa.

Wagner, sebuah perusahaan militer swasta yang aktif di beberapa negara Afrika serta dalam konflik Ukraina, telah berada di bawah sanksi AS selama bertahun-tahun.

BACA JUGA:

Menurut Bloomberg, penunjukan Wagner sebagai teroris dapat “menghalangi” operasi kelompok tersebut, dengan memungkinkan Amerika untuk menuntut anggotanya secara pidana dan mengejar aset-aset mereka di seluruh dunia.

AS akan Labeli Sekutu Putin sebagai Teroris

Grup Wagner

Sumber Bloomberg, yang digambarkan sebagai “dua orang yang mengetahui masalah tersebut”, mengatakan keputusan akhir belum dibuat.

“Penunjukan itu bisa menjadi cara bagi Gedung Putih untuk menenangkan kritik dalam negeri yang berteriak-teriak untuk menyatakan Rusia sebagai negara sponsor terorisme,” kata outlet itu, menambahkan bahwa pemerintah AS telah menolak seruan atas kekhawatiran “transaksi kemanusiaan” yang berpotensi membahayakan dengan Moskow.

Proposal tersebut tampaknya berasal dari Lawfare, sebuah blog “keamanan nasional” yang berhaluan Demokrat, khususnya artikel bulan Juni yang ditulis oleh dua mantan perwira CIA, James Petrila dan Phil Wasielewski. Mereka berargumen bahwa tujuan AS adalah untuk “mencegah kemampuan anggota organisasi untuk melakukan perjalanan internasional, menghancurkan pembiayaan grup, menggagalkan upaya perekrutannya, dan mencegah pemerintah asing mempekerjakannya,” dengan demikian ini berarti “mengakhiri utilitas Grup Wagner ke Kremlin dan, juga berarti, eksistensinya.”

Pemerintah Rusia secara konsisten membantah adanya hubungan formal dengan kelompok tersebut, yang didirikan oleh pengusaha Yevgeny Prigozhin pada tahun 2014. Intelijen Barat dan aktivis politik telah menyatakan Prigozhin sebagai “sekutu” utama Presiden Rusia Vladimir Putin dan menuduhnya “ikut campur” dalam pemilihan presiden AS pada tahun 2016.

Petrila dan Wasielewski mengklaim bahwa kegiatan Grup Wagner “sejalan dengan tujuan kebijakan luar negeri rahasia dan terbuka Kremlin,” menunjuk pada dugaan penempatan mereka sejak 2014 di tempat-tempat seperti Suriah, Libya, Mali, dan Republik Afrika Tengah. (ARN)

GoogleNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: