arrahmahnews

Moskow: PBB Abaikan Pelecehan Seksual Wanita Ukraina di Eropa

Rusia, ARRAHMAHNEWS.COM PBB dan badan HAM menutup mata terhadap laporan eksploitasi seksual terhadap pengungsi perempuan Ukraina di Swedia. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menyampaikannya pada hari Sabtu (03/12).

Dalam sebuah postingan di Telegram pada hari Sabtu, Zakharova meminta perhatian pada pernyataan yang dibuat bulan lalu oleh Badan Kesetaraan Gender Swedia, yang membunyikan alarm atas peningkatan risiko pengungsi Ukraina menjadi korban perdagangan manusia, eksploitasi tenaga kerja dan prostitusi di Swedia.

BACA JUGA:

Menurut agensi tersebut, Polisi telah menyelidiki sekitar 20 kasus seperti itu, tetapi masih banyak lagi pelanggaran yang tidak dilaporkan. Ada juga peningkatan jumlah pelacur dari Ukraina di Swedia sejak pecahnya konflik antara Kiev dan Moskow pada akhir Februari, tambahnya.

Moskow: PBB Abaikan Pelecehan Seksual Wanita Ukraina di Eropa

Maria Zakharova

Pernyataan itu dilaporkan secara luas oleh media Swedia, “tetapi tidak ada reaksi dari Kiev atau komunitas internasional,” kata Zakharova.

Ia mencatat bagaimana perwakilan khusus PBB untuk kekerasan seksual, Pramila Patten, mengklaim pada bulan Oktober bahwa militer Rusia telah melakukan “strategi pemerkosaan” yang disengaja selama operasi militernya di Ukraina.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri juga mengingatkan, bagaimana mantan komisaris hak asasi manusia Ukraina, Lyudmila Denisova, yang berada di balik klaim pelecehan seksual oleh pasukan Rusia di awal konflik, tetapi akhirnya dipecat oleh Kiev pada Mei.

BACA JUGA:

“Denisova mengakui bahwa dia hanya berbohong, ‘mencoba membujuk dunia untuk menyediakan senjata [ke Ukraina] dan menekan Rusia,’” tulis Zakharova.

“Ancaman nyata bagi perempuan Ukraina tidak datang dari Rusia, tetapi menunggu mereka di Eropa,” tegas juru bicara itu.

Namun, PBB dan badan-badan hak asasi manusia “diam saja karena tidak sesuai aturan mereka untuk menarik perhatian pada masalah kemanusiaan yang nyata; atau karena mereka melakukan tatanan politik lainnya,” kata Zakharova. Ia menambahkan bahwa tidak ada opsi yang terlihat bagus.

Juru bicara itu juga menyarankan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmitry Kuleba untuk berhenti menyerang Moskow dan mengalihkan perhatiannya ke Stockholm. (ARN)

Sumber: RT

GoogleNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: