arrahmahnews

Rumah Atlet Panjat Tebing Iran Dihancurkan! Hoax

Iran, ARRAHMAHNEWS.COMLaporan media BBC dan media mainstream lain yang berafiliasi dengannya mengenai penghancuran kediaman milik keluarga Elnaz Rekabi, atlet panjat tebing Iran yang berkompetisi di luar negeri “tanpa jilbab” terbukti palsu.

Kantor berita asal Inggris itu melaporkan bahwa Rekabi, 33 tahun, melanggar adat berpakaian wajib Iran dalam kompetisi tersebut di Korea Selatan. Namun belakangan oleh Rekabi sendiri dikatakan bahwa kerudungnya jatuh “secara tidak sengaja”.

BACA JUGA:

Kemudian laporan BBC melompat pada penghancuran rumah yang dikatakan milik atlet wanita Iran tersebut, dengan klaim tanpa bukti yang mengaitkan bahwa rumah tersebut dihancurkan karena insiden jatuhnya jilbab Rekabi saat pertandingan.

Laporan BBC yang disandarkan pada edaran video tanpa tanggal dan keterangan jelas itu terbukti palsu karena setelah ditelusuri ternyata yang dibongkar itu bukanlah rumah milik Elnaz Rekabi melainkan sebuah vila illegal milik kakak dari sang atlet. Pembongkaran ini juga terjadi pada bulan Juni, jauh-jauh hari sebelum bahkan protes terjadi di Iran.

Reporter Tasnim menunjukkan bahwa vila ilegal keluarga Rekabi dibongkar pada bulan Juni lalu setelah 14 bulan peringatan dan banyak peringatan, dan itu tidak ada hubungannya dengan kejadian baru-baru ini serta kisah Elnaz Rekabi.

Menurut kantor berita Tasnim dari Zanjan, beberapa hari lalu beredar video di internet di mana vila keluarga Alnaz Rekabi dirusak oleh petugas. Dalam rekaman ini ditampilkan seolah-olah penghancuran vila dan taman terjadi setelah peristiwa yang baru-baru ini dilakukan Elnaz Rekabi di kompetisi dunia. Dalam rekaman ini, bahkan penyiar mengklaim bahwa keluarga Rakabi disemprot merica.

BACA JUGA:

Tapi tindak lanjut reporter Tasnim menunjukkan hal lain; Dalam wawancara dengan Tasnim, Ruhollah Hosni, kepala Organisasi Jihad Pertanian Provinsi Zanjan, mengatakan: Peringatan pertama dikeluarkan oleh patroli penjaga pada 24 Maret 2021; Petugas Pertanian Jihad kota ini menyadari bahwa rumah taman ini dibangun secara ilegal di sekitar kota Zanjan (desa Kushkan) dan vila tersebut tidak memiliki izin sama sekali.

“Setelah beberapa peringatan, keluarga Rekabi mengabaikan peringatan dari organisasi ini dan masalah ini akhirnya sampai pada pengaduan ke pengadilan. Keputusan awal dikeluarkan pada Februari 2022 dan setelah keputusan banding, vila ini akhirnya dibongkar pada 21 Juni tahun ini. Sudah diperingatkan berkali-kali agar perabot dan perlengkapan vila disingkirkan, tetapi tidak diindahkan,” jelasnya.

Kepala Organisasi Jihad Pertanian Provinsi Zanjan menunjukkan bahwa putusan penghancuran dikeluarkan oleh hakim.

Ia mengatakan,”Pengadilan Provinsi Zanjan dapat mengumumkan rincian putusan ini dengan lebih baik, tetapi yang jelas media dan musuh negara kita akan rilis rekaman ini saat ini karena mereka bermaksud untuk melakukan eksploitasi yang diperlukan dan kami meminta orang-orang untuk tidak memperhatikan berita palsu ini.” (ARN)

GoogleNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: