arrahmahnews

Suriah Tuntut DK PBB Objektif soal Kasus Serangan Kimia

Suriah, ARRAHMAHNEWS.COM – Wakil Dubes Suriah untuk PBB meminta Dewan Keamanan untuk mengubah pendekatannya terhadap file kimia negara Damasku, menangani perkembangan terkait secara objektif, dan menjaga sifat teknisnya dengan menjauhi politisasi apa pun.

Berbicara pada pertemuan DK PBB tentang “Situasi di Timur Tengah” di New York, al-Hakam Dandi mengatakan Suriah telah secara sukarela menyetujui Konvensi Senjata Kimia, menghancurkan semua stok senjata kimia dan fasilitas produksinya, dan setuju untuk memperpanjang Kesepakatan Tripartit selama enam bulan.

Dia berargumen bahwa negara-negara Barat tertentu bersikeras mencemooh waktu dan tenaga Dewan Keamanan, dan bukannya membahas masalah mendesak tentang menjaga perdamaian dan keamanan internasional dan menegakkan tujuan dan prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

BACA JUGA:

Dandi menolak tuduhan yang dilontarkan oleh negara-negara Barat tertentu terhadap Suriah, dengan mengatakan bahwa klaim palsu tersebut berakar pada laporan yang tidak profesional dan tidak objektif yang muncul sebagai akibat dari tekanan politik yang diberikan pada sekretariat teknis Organisasi Pelarangan Senjata Kimia ( OPCW) dan berbagai timnya.

Suriah, katanya, juga memperbarui tuntutannya pada OPCW untuk memperbaiki tindakannya dan menjauhi politisasi apa pun, yang telah mendominasi aktivitas dan kepatuhannya pada prinsip profesionalisme dan ketidakberpihakan.

Dandi menegaskan kembali kecaman tegas Suriah atas penggunaan senjata kimia oleh siapa pun, kapan pun, di mana pun, dan dalam keadaan apa pun.

Pada 14 April 2018, Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis melakukan serangkaian serangan udara terhadap Suriah atas dugaan serangan senjata kimia di kota Douma, yang terletak sekitar 10 kilometer timur laut ibu kota Damaskus.

Dugaan serangan itu dilaporkan oleh kelompok White Helmets, yang menerbitkan video yang memperlihatkan mereka merawat para penyintas.

BACA JUGA:

Dokumen OPCW yang bocor kemudian menunjukkan bahwa para penyelidik insiden Douma tidak menemukan “bukti” serangan senjata kimia.

Namun, organisasi tersebut menyensor temuan di bawah tekanan dari AS dan sekutunya untuk menyembunyikan bukti yang akan merusak dalih bagi pengeboman AS dan sekutunya di Suriah beberapa hari setelah dugaan serangan.

Media dan pemerintah Barat telah berulang kali menuduh pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia terhadap warganya sendiri dalam perang melawan teroris.

Tuduhan terus dilontarkan meski pada kenyataannya Suriah telah menyerahkan persediaan senjata kimianya pada tahun 2014 untuk misi bersama yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), yang mengawasi penghancuran persenjataan itu. Damaskus juga secara konsisten membantah tuduhan menggunakan senjata kimia. (ARN)

Sumber: PTV

GoogleNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: