arrahmahnews

Der Spiegel: Jerman Tak Sanggup Penuhi Kewajiban di NATO

Jerman, ARRAHMAHNEWS.COM Majalah Jerman, Der Spiegel, melaporkan bahwa Menteri Pertahanan Jerman Christina Lambrecht, mengakui bahwa angkatan bersenjata Jerman saat ini tidak dapat sepenuhnya memenuhi kewajiban mereka di dalam NATO.

Menteri Pertahanan Jerman, Christine Lambrecht, dalam laporan yang tergolong rahasia untuk Komisi Pertahanan Bundestag menyampaikan bahwa Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr) hanya dapat memenuhi tugas-tugas NATO sampai batas tertentu.

BACA JUGA:

Kesimpulan ini sangat bertentangan dengan apa yang telah ditegaskan kembali oleh pemerintah federal sejak awal perang yang dilancarkan oleh Rusia melawan Ukraina.

Der Spiegel: Jerman Tak Sanggup Penuhi Kewajiban di NATO

Militer Jerman

Memang, menurut eksekutif Jerman, Bundeswehr mampu mempertahankan Jerman dan Aliansi Atlantik. Namun, kini Lambrecht mengakui bahwa kesiapan operasional Angkatan Bersenjata Jerman untuk tugas-tugas NATO pada dasarnya diberikan, meski “sebagian dengan keterbatasan”.

Ini menyangkut, misalnya, penguatan sayap timur Aliansi Atlantik dan komando rotasi Pasukan Gabungan Kesiapan Sangat Tinggi NATO (Vjtf), yang akan dilakukan Jerman pada tahun 2023.

Lambrecht menggarisbawahi bagaimana negara menghormati “tanpa syarat dan tanpa tapi” komitmen dengan NATO dan mampu memenuhinya “dengan andal”.

Pada saat yang sama, Menteri Pertahanan Jerman menunjuk masalah Bundeswehr, terutama dalam peralatan, yang tidak dapat diselesaikan dengan cepat.

Salah satu contohnya adalah kontingen Jerman dalam kelompok pertempuran yang dikerahkan NATO di Lituania. Dalam keadaan darurat, unit yang dibentuk oleh Negara-Negara Pihak untuk Aliansi Atlantik harus berukuran sebesar brigade. Namun, di sini Bundeswehr akan mengalami berbagai batasan.

Faktanya, militer Jerman tidak dapat memasok artileri “saat ini” dan bergantung pada sekutu. Selain itu, sistem pertahanan udara Patriot Jerman terikat dengan VJTF dan pasukan Jerman tidak memiliki peralatan radio digital anti-penyadap. (ARN)

GoogleNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: