arrahmahnews

Oknum BPOM Jabar Diskriminasi Pengusaha Hindu, Niluh Djelantik Kontak Ridwan Kamil

Bandung, ARRAHMAHNEWS.COMDiskriminasi agama oleh oknum BPOM Jawa Barat (Jabar) kepada salah satu pengusaha importir dari Bali beragama Hindu, hal itu terungkap dari akun Instagram Niluh Djelantik.

Cuitan pengusaha tersebut diunggah di akun Instagram Niluh Djelantik, dalam akunnya Niluh Djelantik mengatakan “Hatur nuhun Ridwan Kamil. Kang Gubernur pelayan rakyat kesayangan kami. Berikut pengaduan dari warga. Mohon agar dapat ditindaklanjuti. Mewakili rakyat Bali kami ucapkan terimakasih atas perhatian Akang pada umat Hindu di Jabar”.

Oknum BPOM Jabar Diskriminasi Pengusaha Hindu, Niluh Djelantik Kontak Ridwan Kamil

Diskriminasi

BACA JUGA:

Berikut curhatan Benny yang diunggah di akun Instagram Niluh Djelantik:

Selamat sore Mb Niluh

Saya Benny, pengusaha Importir dari Bali dengan lokasi usaha dan gudang di Bekasi (Bizpark 3 Bekasi). Mau curhat sedikit Mb Niluh perihaal diskriminasi Agama.

Jadi sejak usaha saya berjalan awal Tahun 2019, saya cukup sering untuk “Membanten (Mebanten Saiban atau Ngejot merupakan suatu tradisi Hindu di Bali yang biasa dilakukan setiap hari setelah selesai memasak di pagi hari)”. Hanya di tiga titik, yakni:

  1. Ruang Kantor saya.
  2. Ruang gudang.
  3. Di permagi depan pintu masuk kantor.

Namun beberapa waktu yang lalu, ada pihak dari BPOM Jabar yang melakukan sidak kantor, dan melihat adanya bekas canang saya, termasuk juga di ruangan kantor saya.

BACA JUGA:

Nah mereka meminta untuk tidak lagi mengizinkan saya “Mebanten” seperti ittu karena dikhawatirkan akan mengundang binatang seperti semut, kecoa, tikus, dll.

Kalau untuk bekas canang di 2 titik, yakni ruang gudang dan pemargi di depan pintu, saya masih menerima, karena setiap sore pasti akan saya berwsihkan.

Namun unttuk ruangan kantor, saya belum bisa menerima, karena posisi canang sudah di atas meja.

Demikian Mb Niluh sedikit curhatan saya.

Dan akhirnya gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mersepon masalah tersebut “Nanti ditindaklanjuti mbak. Senin besok”.

Seperti kita ketahui bersama bahwa Jabar banyak sekali dihuni oleh kelompok-kelompok Intoleran. (ARN)

GoogleNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: