arrahmahnews

Polisi Tahan Kiai ‘Mesum dan Cabul’ Pemilik Akun Youtube Benteng Aqidah

Jember, ARRAHMAHNEWS.COMPolisi menahan Kiai Muhammad Fahim Mawardi (MFM) mesum dan cabul, Pengasuh Pondok Pesantren Al Djaliel 2 Desa Mangaran, Kecamatan Ajung dan juga pemilik akun YouTube Benteng Aqidah, usai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaaan pencabulan santriwati, Selasa, 17 Januari 2023. Dia ditahan usai dicecar sebanyak 84 pertanyaan oleh penyidik Satreskrim Polres Jember.

Kuasa hukum MFM, Andy Cahyono Putra, membenarkan kabar kliennya ditahan. “Semalam jam 1 Kiai FM langsung ditahan di Mapolres Jember,” kata Andy.

BACA JUGA:

Dia menyebut, kliennya saat itu memenuhi panggilan pemeriksaan perdana usai ditetapkan sebagai tersangka. Dia menyatakan, MFM memenuhi panggilan secara kooperatif. Dia mengatakan, pada Selasa dini hari, penyidik menahan MFM.

Hal ini lantas menimbulkan pertanyaan, sebab menurut Andy, tidak ada korban dalam kasus pencabulan tersebut. Pasalnya, kata dia, kasus yang dituduhkan terhadap MFM adalah pencabulan bocah di bawah umur. Sedangkan seorang ustazah berinisial AN yang diklaim sebagai korban telah berusia 20 tahun.

“Jadi kalau korban ustadzah AN, artinya rumor kiai mencabuli 15 santriwati di bawah umur tidak terbukti, karena ustadzah AN berumur 20 tahun,” kata Andy.

Atas hal ini, dia menyatakan kliennya akan mengajukan praperadilan. Namun hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Polres Jember terkait penahanan MFM.

Kiai ‘Mesum’ Jember Intoleran Suka Fitnah, dan Anti NU-Pemerintah

Muhammad Fahim Mawardi (MFM), pengasuh Pondok Pesantren Al Djaliel 2 di Desa Mangaran, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, akan melaporkan balik beberapa orang termasuk istrinya, Himmatul Aliyah (HA), ke polisi terkait tuduhan pencabulan terhadap santriwati.

MFM yang menjadi kiai pondok, dilaporkan istrinya sendiri HA karena diduga melakukan perselingkuhn dan perbuatan mesum dengan santrinya sendiri di ruangan khusus.

BACA JUGA:

Setelah wartawan Arrahmahnews.com telusuri ternyata MFM adalah pemilik akun YouTube Benteng Aqidah, dilihat dari video-video di akunnya sangat kentara sekali kalau MFM suka menyerang ulama-ulama NU, tokoh-tokoh Moderat seperti Habib Husin Jakfar, KH Aqil Siradj, Islah Bahrawi dan bahkan dia anti pemerintah.

Kiai 'Mesum' Jember Intoleran Suka Fitnah, dan Anti NU-Pemerintah

Screen Shot Akun YouTube Gus Fuad Chanel

Selain mengasuh pesantren, ia juga aktif berdakwah lewat media sosial YouTube. Dalam isi YouTubenya, Fahim Mawardi sering mengomentari aliran Islam nusantara yang dicetuskan oleh Nahdlatul Ulama (NU).

Selain itu, ia juga pernah menyindir Deddy Corbuzier kala menjadi mualaf. Ia memiliki akun YouTube Benteng Akidah yang telah memiliki 410.000 subscriber.

Sudah lama orang ini hobi menyerang dan menghina para Ulama NU dan bahkan suka mengadu-domba warga NU, bahkan tidak jarang ia juga kerap memfitnah dengan alasan menjaga ukhuwah.

Sementara lewat sebuah akun YouTube miliknya bernama Benteng Aqidah, MFM menantang bila sampai bisa menunjukkan bukti video perbuatan mesum, ia akan jalan jongkok dari Jember ke Jakarta.

“Kalau nama saya yang dicemarkan itu tidak jadi soal, tapi kalau sudah namanya pondok, pesantren, namanya kiai juga kena, nah itu parah bagi kami dan kami tidak bisa diam, kami akan melakukan tuntutan pencemaran nama baik dan akan menuntut perlakuan tidak menyenangkan,” kata MFM melalui akun YouTubenya, Benteng Aqidah, dikutip Minggu 8 Januari 2023.

BACA JUGA:

Kepada sejumlah wartawan, MFM menegaskan, HA selaku pelapor tidak lagi berstatus sebagai istrinya. Sebab, beberapa waktu lalu, ia sudah menalak HA.

MFM juga mengatakan, tidak akan pernah rujuk kembali karena sudah tidak direstui oleh ibunya.

Sementara terkait laporan polisi yang dibuat mantan istrinya itu, MFM menilai sebagai upaya mencemarkan nama baik kiai dan pesantren.

Lebih jauh MFM menjelaskan, dirinya juga akan berjuang menjaga nama baik pondok dan kiai.

HA, seorang istri kiai di Kabupaten Jember mengaku sudah tidak tahan dengan perbuatan suaminya, yang diduga melakukan perbuatan mesum dengan santrinya. Hingga akhirnya, HA memilih melaporkan suaminya ke pihak kepolisian, Polres Jember.

Dugaan HA semakin menguat saat dirinya, mengaku mendapatkan rekaman suaminya yang sengaja merekam aksi mesum bersama santrinya.

“Saya sempat melihat dan mendengar rekaman saat suami saya berbuat,” kata HA saat ditemui sejumlah wartawan bersama pihak kepolisian, Kamis sore, 6 Januari 2022.

Kiai MFM membantah sejumlah tuduhan yang dilayangkan istrinya. Bahkan MFM menyebut ada pihak yang sengaja menjerumuskan dirinya.

Namun, HA, istri pengasuh pesantren syariah di Kecamatan Ajung tersebut menanggapi santai tuduhan fitnah yang dilontarkan suaminya.

Sebab, ia sempat melihat dan mendengar rekaman saat suaminya berbuat cabul.

Kepada sejumlah wartawan, HA mengatakan, dirinya sudah curiga saat suaminya lebih sering tidur di ruang studio yang berada di lantai 2 pondok pesantren.

BACA JUGA:

Suatu malam, HA mendengar ada orang masuk ke ruang khusus itu.

Tak lama kemudian, terdengar suara orang beberapa kali menggedor pintu ruang studio itu.

Keesokan harinya, salah seorang santri putri berinisial SN tiba-tiba menangis histeris.

Belakangan diketahui santri itu menangis karena cemburu melihat suami HA memasukkan seorang ustadzah berinisial AN ke dalam ruang studio tengah malam.

Pascakejadian itu, santri berinisial SN ternyata diantar pulang oleh terlapor tanpa pamit ke HA selaku pengasuh santri putri.

Sejak hari itu, tiba-tiba terlapor masuk dan tidur di kamar bersama HA.

Untuk menjawab rasa penasarannya, HA mengecek HP suaminya.

HA kaget, terdapat rekaman suara saat suaminya sedang melakukan perbuatan mesum dengan ustadzah AN, tertanggal 25 November 2022.

Tak hanya itu, dugaan perbuatan cabul dengan santri juga ada di HP itu.

Sayangnya, saat HA hendak mengamankan file tersebut, HP suaminya tiba-tiba restart sendiri.

Sebelumnya, pengasuh pesantren syariah di Kecamatan Ajung berinisial MFM membantah telah melakukan perbuatan cabul, sebagaimana disampaikan istrinya dalam laporan polisi.

Kasus Pencabulan 11 Santriwati dan 4 Ustadzah, Kiai Fahim Diperiksa Polisi

Kiai Muhammad Fahim Mawardi (MFM) akhirnya memenuhi panggilan polisi, dia mendatangi markas Polres Jember, pukul 10.45 WIB, Kamis (12/1). Polisi akan memeriksanya terkait kasus dugaan pencabulan 11 santriwati dan 4 ustadzah.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Djaliel 2 Desa Mangaran, Kecamatan Ajung, itu sebelumnya dua kali mangkir dari pemeriksaan polisi. Statusnya masih sebagai terlapor.

BACA JUGA:

“Kami upayakan dengan penasihat hukum terlapor agar terlapor bisa hadir memenuhi panggilan penyidik sehingga terlapor bisa diperiksa,” kata Kepala Unit PPA Satreskrim Polres Jember, Iptu Dyah Vitasari, Kamis (12/1).

Kasus Pencabulan 11 Santriwati dan 3 Ustadzah, Kia Fahim Diperiksa Polisi

Screen Shot

Fahim dilaporkan ke polisi oleh istrinya sendiri, HA, atas dugaan perbuatan cabul di sebuah kamar khusus dengan kunci fingerprint.

Fahim membantah tuduhan itu. “Saya bersumpah, Wallahi saya berani seperti itu,” kata Fahim.

Kiai Mesum Asal Jember Dua Kali Mangkir Panggilan Polisi

Kiai mesum dan cabul asal Jember, Muhammad Fahim Mawardi (MFM), pengasuh Pondok Pesantren Al Djaliel 2 di Desa Mangaran, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, akan melaporkan balik beberapa orang termasuk istrinya, Himmatul Aliyah (HA), ke polisi terkait tuduhan pencabulan terhadap santriwati tenyata dua kali mangkir dari panggilan polisi. Pertama, dia tidak hadir karena alasan drop atau sakit. Sementara, yang kedua dia mangkir dengan alasan sudah larut malam.

Di sisi lain, sejumlah santriwati ponpes di Kecamatan Ajung itu telah divisum oleh tim medis RSD dr Soebandi. Hal itu buntut dari dugaan pencabulan seorang oleh kiai berinisial MFM terhadap santriwati yang dilaporkan oleh HA. Setidaknya sudah ada lima santri yang divisum.

BACA JUGA:

Pengumpulan barang bukti dan keterangan dari laporan Nyai HA itu terus dilakukan oleh Polres Jember. Selain menyita HP dan rekaman CCTV ponpes, polisi juga memeriksa seluruh santri yang mondok di tempat tersebut. Bahkan, sejumlah santriwati beserta ustadah juga dimintakan visum.

Kiai Mesum Asal Jember Dua Kali Mangkir Panggilan Polisi

Nyai HA didampingi tim UPTD PPA Jember ketika melaporkan suaminya berinisial MFM di Polres Jember

Berkaitan dengan pemanggilan dua kali mangkir serta visum tersebut, pihak kepolisian belum menjelaskan ketika dikonfirmasi, kemarin. Kanit PPA Satreskrim Polres Jember Iptu Dyah Vitasari juga belum memberikan jawaban saat dihubungi Jawa Pos Radar Jember. Bahkan, saat didatangi ke kantornya juga belum dapat ditemui, kemarin.

Terpisah, Direktur RSUD dr Seobandi menyampaikan, proses visum lima santriwati dari ponpes itu telah dilakukan. “Inggih, benar, ada proses visum tadi malam,” tambah mantan kepala Dinkes Jember tersebut.

Sementara itu, penasihat hukum MFM, Andi C Putra, mengatakan, dirinya mendampingi sejumlah santri saat dimintakan visum ke rumah sakit. Ada empat orang santriwati yang telah dilakukan visum. Dengan demikian, totalnya ada lima santri yang telah dilakukan visum. “Kami mendampingi proses visum sampai larut malam. Total ada lima santriwati yang telah divisum,” katanya.

Sejatinya, dia mengaku keberatan terhadap pelaksanaan visum tersebut. Sebab, lima santriwati tersebut dinilai tidak pernah merasa menjadi korban. Bahkan, keberatannya itu juga terjadi saat permintaan visum kepada seluruh santri. Hal itu dinilai akan mengganggu psikologis dari santri juga lembaga pendidikan. “Kami keberatan kalau semua santri divisum semua. Bahkan lima orang yang divisum ini tidak pernah merasa menjadi korban,” paparnya.

Sebelumnya, Andi menyebut sempat mendiskusikan permintaan visum tersebut kepada pihak kepolisian. Menurutnya, visum itu dapat dilakukan untuk korban. Sedangkan permintaannya tidak hanya kepada korban. “Makanya, kenapa sampai larut malam, karena kami masih diskusi dengan pihak kepolisian,” ujarnya. Nantinya, semua santriwati akan dibawa ke pihak kepolisian untuk diperiksa sebagai saksi.

Berkaitan dengan itu, terlapor MFM dua kali gagal saat hendak dilakukan pemeriksaan oleh polisi. Pada pemanggilan pertama, MFM diketahui mengalami drop dan jatuh sakit. Kemudian, pada pemeriksaan kedua, MFM diketahui juga tidak hadir. “Yang kedua ini karena terlalu larut malam saja, sehingga pemeriksaan tidak dapat dilakukan,” tegas Andi.

Pada kesempatan yang berbeda, penasihat hukum Nyai HA, Yamini, menjelaskan, sejauh ini kondisi pelapor dalam keadaan membaik. Bahkan, dukungan dari publik dinilai cukup deras untuk HA. “Alhamdulillah, sejauh ini baik, lelah iya. Namun, tampaknya bersemangat karena dukungan terus-menerus datang kepadanya,” timpalnya.

Sebelumnya MFM yang menjadi kiai pondok, dilaporkan istrinya sendiri HA karena diduga melakukan perselingkuhn dan perbuatan mesum dengan santrinya sendiri di ruangan khusus.

Setelah wartawan Arrahmahnews.com telusuri ternyata MFM adalah pemilik akun YouTube Benteng Aqidah, dilihat dari video-video di akunnya sangat kentara sekali kalau MFM suka menyerang ulama-ulama NU, tokoh-tokoh Moderat seperti Habib Husin Jakfar, KH Aqil Siradj, Islah Bahrawi dan bahkan dia anti pemerintah.

Selain mengasuh pesantren, ia juga aktif berdakwah lewat media sosial YouTube. Dalam isi YouTubenya, Fahim Mawardi sering mengomentari aliran Islam nusantara yang dicetuskan oleh Nahdlatul Ulama (NU).

Selain itu, ia juga pernah menyindir Deddy Corbuzier kala menjadi mualaf. Ia memiliki akun YouTube Benteng Akidah yang telah memiliki 410.000 subscriber.

BACA JUGA:

Sudah lama orang ini hobi menyerang dan menghina para Ulama NU dan bahkan suka mengadu-domba warga NU, bahkan tidak jarang ia juga kerap memfitnah dengan alasan menjaga ukhuwah.

Sementara lewat sebuah akun YouTube miliknya bernama Benteng Aqidah, MFM menantang bila sampai bisa menunjukkan bukti video perbuatan mesum, ia akan jalan jongkok dari Jember ke Jakarta.

“Kalau nama saya yang dicemarkan itu tidak jadi soal, tapi kalau sudah namanya pondok, pesantren, namanya kiai juga kena, nah itu parah bagi kami dan kami tidak bisa diam, kami akan melakukan tuntutan pencemaran nama baik dan akan menuntut perlakuan tidak menyenangkan,” kata MFM melalui akun YouTubenya, Benteng Aqidah, dikutip Minggu 8 Januari 2023.

Kepada sejumlah wartawan, MFM menegaskan, HA selaku pelapor tidak lagi berstatus sebagai istrinya. Sebab, beberapa waktu lalu, ia sudah menalak HA.

MFM juga mengatakan, tidak akan pernah rujuk kembali karena sudah tidak direstui oleh ibunya.

Sementara terkait laporan polisi yang dibuat mantan istrinya itu, MFM menilai sebagai upaya mencemarkan nama baik kiai dan pesantren.

Lebih jauh MFM menjelaskan, dirinya juga akan berjuang menjaga nama baik pondok dan kiai.

HA, seorang istri kiai di Kabupaten Jember mengaku sudah tidak tahan dengan perbuatan suaminya, yang diduga melakukan perbuatan mesum dengan santrinya. Hingga akhirnya, HA memilih melaporkan suaminya ke pihak kepolisian, Polres Jember.

Dugaan HA semakin menguat saat dirinya, mengaku mendapatkan rekaman suaminya yang sengaja merekam aksi mesum bersama santrinya.

“Saya sempat melihat dan mendengar rekaman saat suami saya berbuat,” kata HA saat ditemui sejumlah wartawan bersama pihak kepolisian, Kamis sore, 6 Januari 2022.

Kiai MFM membantah sejumlah tuduhan yang dilayangkan istrinya. Bahkan MFM menyebut ada pihak yang sengaja menjerumuskan dirinya.

Namun, HA, istri pengasuh pesantren syariah di Kecamatan Ajung tersebut menanggapi santai tuduhan fitnah yang dilontarkan suaminya.

BACA JUGA:

Sebab, ia sempat melihat dan mendengar rekaman saat suaminya berbuat cabul.

Kepada sejumlah wartawan, HA mengatakan, dirinya sudah curiga saat suaminya lebih sering tidur di ruang studio yang berada di lantai 2 pondok pesantren.

Suatu malam, HA mendengar ada orang masuk ke ruang khusus itu.

Tak lama kemudian, terdengar suara orang beberapa kali menggedor pintu ruang studio itu.

Keesokan harinya, salah seorang santri putri berinisial SN tiba-tiba menangis histeris.

Belakangan diketahui santri itu menangis karena cemburu melihat suami HA memasukkan seorang ustadzah berinisial AN ke dalam ruang studio tengah malam.

Pascakejadian itu, santri berinisial SN ternyata diantar pulang oleh terlapor tanpa pamit ke HA selaku pengasuh santri putri.

Sejak hari itu, tiba-tiba terlapor masuk dan tidur di kamar bersama HA.

Untuk menjawab rasa penasarannya, HA mengecek HP suaminya.

HA kaget, terdapat rekaman suara saat suaminya sedang melakukan perbuatan mesum dengan ustadzah AN, tertanggal 25 November 2022.

Tak hanya itu, dugaan perbuatan cabul dengan santri juga ada di HP itu.

Sayangnya, saat HA hendak mengamankan file tersebut, HP suaminya tiba-tiba restart sendiri.

Sebelumnya, pengasuh pesantren syariah di Kecamatan Ajung berinisial MFM membantah telah melakukan perbuatan cabul, sebagaimana disampaikan istrinya dalam laporan polisi. (ARN)

Sumber: BerbagaiMedia

GoogleNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: