arrahmahnews

Inilah 8 Fakta Pembunuhan Sadis Di Bekasi Ternyata Ulah Serial Killer Keji

Jakarta, ARRAHMAHNEWS.COM Tiga orang sekeluarga yang tewas di Bekasi ternyata bukan karena keracunan melainkan dibunuh. Ketiganya dibunuh dengan cara diracun.

Polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Tiga tersangka itu ialah Wowon Erawan alias AKI, Solihin alias Duloh, dan M Dede Solehuddin. Ketiganya merupakan orang dekat para korban.

BACA JUGA:

“Ketiganya ternyata orang dekat dari para korban,” ucap Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (19/1/2023).

Fadil mengatakan ketiga tersangka diduga melakukan pembunuhan dengan memberi racun kepada korban yang berjumlah empat orang. Dia mengatakan ada tiga korban yang tewas dalam kasus ini, yakni Ai Maimunah (40), Ridwan Abdul Muiz (20) serta M Riswandi (16), dan satu orang yang masih dirawat, yakni NAS (5).

Ai merupakan istri baru tersangka Wowon. Sedangkan Ridwan dan Riswandi merupakan anak Maimunah dari suami pertamanya.

Berikut fakta-faktanya:

  1. Tersangka Terlibat Serial Killer

Fadil kemudian menjelaskan motif pembunuhan tersebut lantara para tersangka diketahui memiliki tindak pidana lain yakni pembunuhan. Dia mengatakan tiga tersangka itu diduga terlibat serial killer.

Inilah 8 Fakta Pembunuhan Sadis Di Bekasi Ternyata Ulah Serial Killer Keji

Lubang kuburan

“Berdasarkan pengakuan melakukan sebuah perjalanan perjuangan pembunuhan. Ternyata, korban meninggal dunia di Bekasi ini dibunuh karena para tersangka ini diketahui melakukan tindak pidana lain. Apa tindak pidana lain itu, mereka melakukan serangkaian pembunuhan atau biasa disebut serial killer dengan motif janji-janji yang dikemas dengan kemampuan supranatural untuk membuat orang menjadi sukses atau kaya,” ucap Fadil.

“Jadi keluarga dekatnya ini dianggap berbahaya karena mengetahui dia melakukan tindak pidana lain,” sambungnya.

2. Korban Diracun Pestisida

Fadil mengatakan ketiga tersangka diduga melakukan pembunuhan dengan memberi racun pestisida kepada korban yang berjumlah empat orang. Dia mengatakan ada tiga korban yang tewas dalam kasus ini, yakni Ai Maimunah (40), Ridwan Abdul Muiz (20) serta M Riswandi (16), dan satu orang yang masih dirawat, yakni NAS (5).

Fadil mengatakan Solihin mengenalkan dirinya kepada para target sebagai orang yang memiliki ilmu untuk meningkatkan kekayaan. Sedangkan Wowon ditugaskan mencari korban

“Duloh atau Solihin, Wowon atau AKI ini, Duloh menarasikan dirinya memiliki kemampuan untuk mampu meningkatkan kekayaan. Lalu kemudian menyuruh AKI untuk mencari korban,” kata Fadil.

Kemudian, setelah Wowon mendapatkan korban, keduanya otomatis mendapatkan duit atas jasanya tersebut. Usai korban sadar tertipu, korban mendatangi Solihin lagi.

“Setelah AKI mendapatkan korban atau target yang ingin sukses kemudian diambil uangnya, namun ketika kesuksesan itu tidak kunjung diraih, maka tentunya dia akan menagih,” katanya.

Setelah didatangi, Solihin langsung memancing korban untuk ke rumahnya. Lalu korban tersebut diracun hingga mati. Bahkan orang yang mengetahui aksinya ini juga akan dibunuh.

“Maka AKI melaporkannya kepada Duloh, Duloh yang kemudian mengeksekusi para korban dengan cara mengajak ke rumahnya, dikasih minum racun. Dan orang yang mengetahui pun dianggap berbahaya akan dihilangkan, itu penjelasannya,” ujarnya.

“Ada janji dan motivasi palsu, kemudian ada janji dan motivasi kepada target, setelah ditagih maka kemudian para korban ini yang sudah tertipu dihilangkan nyawanya,” sambungnya.

Polisi mengungkap fakta baru tentang tersangka kasus pembunuhan sekeluarga dengan racun di Bekasi atas nama Dede Solehuddin. Polisi mengatakan,, selain membunuh, ternyata Dede mengumpulkan uang TKW dengan janji penggandaan uang.

Hal itu diketahui polisi usai memeriksa salah satu keluarga dekat tersangka Dede yang mengaku sempat hendak menjadi korban pembunuhan Dede. Polisi kemudian mendapat kesaksian yang sama terkait pengumpulan uang ini dari saksi lain.

“Dari salah satu keluarga dekat tersangka menyatakan saya juga dulu hampir dibunuh pak, tapi kemudian saya melarikan diri dan saat ini saya menjadi TKW di luar negeri Saudi Arabia,” ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (19/1/2023).

“Kami adakan pemeriksaan secara berkesinambungan, dan kami temukan fakta lagi ternyata tersangka atas nama Dede ini mengumpuli dana-dana dari para TKW yang ada di luar negeri,” imbuh Hengki.

Hengki mengatakan Dede menjanjikan seperti penggandaan uang. Para TKW itu dijanjikan uangnya akan lebih banyak dari jumlah yang disetor kepada Dede sehingga memiliki aset.

“Beberapa kesaksian saksi mereka dijanjikan saat kembali ke Indonesia akan mendapatkan rumah bagus dan sebagainya, ada penggandaan uang,” ujar Hengki.

Polisi menemukan 3 lubang kuburan berisi korban pembunuhan dari rumah salah satu tersangka kasus pembunuhan sekeluarga dengan racun di Bekasi, Wowon Erawan alias AKI, yang berlokasi di Cianjur. Selain tiga lubang itu, polisi menemukan satu lubang baru yang dipersiapkan untuk mengubur korban selanjutnya.

“Hasil pengakuan tersangka, mereka sudah membunuh 6 orang di luar TKP Bekasi. Dan saat ini sedang kita selidiki, sampai sekarang tim kami kolaborasi interprofesi, laboratorium forensik, kedokteran forensik, tim penyidik, tim penyelidik lapangan kami masih berkumpul di Cianjur, sudah berhasil dibongkar 3 tempat dikuburkan korban-korban ini ada yg di sebelah WC, di sebelah rumah dan sebagainya,” Kata Hengki Haryadi.

“Bahkan di salah satu rumah tersangka sudah disiapkan lubang baru yang sama persis dengan TKP yang ada di Bekasi,” lanjutnya

Hengki menuturkan timnya kini tengah menyelidiki siapa korban baru yang akan dikubur dalam lubang tersebut. Dia mengatakan korban pembunuhan Wowon sebagian besar merupakan anggota keluarganya.

“Siapakah yang menjadi korban berikutnya? Ini yang sedang kami selidiki. Yang menjadi catatan kita semua, bahwa korban sebagian besar berasal dari family tree dari para tersangka, istrinya anaknya, mertuanya,” tuturnya.

Hingga saat ini, total ada sembilan jenazah yang menjadi korban pembunuhan berantai (serial killer) oleh Wowon dan Dede. Berikut ini perinciannya.

Di Bekasi, ada tiga jenazah ditemukan. Ada pula satu orang yang selamat, namun patut diduga terlibat tindak kriminal pembunuhan menggunakan racun tersebut

Di Cianjur, polisi menemukan empat jenazah berupa kerangka di tiga lubang. Jenazah tersebut atas nama Bayu yang masih anak-anak di lubang pertama, Noneng dan Wiwik, dalam satu lubang, dan Farida di lubang ketiga. Meski begitu, polisi masih perlu mengidentifikasi lebih lanjut.

Salah satu tersangka, Solihin yang juga dukun asal Cianjur, Jawa Barat, bertugas mencari rumah kontrakan. Rumah yang disewa itu dijadikan sebagai tempat untuk mengeksekusi sekeluarga yang tewas diracun.

“Solihin alias Duloh ini yang mencari kontrakan. Dia memaksa pemilik rumah untuk dikontrakkan, padahal pemiliknya tidak berniat mengontrakkan karena tidak ada air dan listrik,” kata Hengki.

Hingga akhirnya Solihin berhasil mengontrak rumah tersebut. Rumah di Ciketing Udik, Bantargebang, Bekasi, ini ternyata disiapkan Solihin sebagai tempat untuk mengeksekusi para korban.

“Jadi tersangka S ini sudah menyiapkan tempat itu untuk membunuh para korban,” kata Hengki.

Wowon dan Solihin sudah menyiapkan lubang untuk mengubur sekeluarga di Bekasi. Lubang disiapkan di rumah yang mereka sewa di Bekasi.

Dari foto yang diperoleh detikcom, lubang tersebut terlihat berukuran sekitar 1 x 2 meter. Lubang itu berada di dekat kamar belakang.

Material tanah terlihat menggunung di dekat lubang tersebut. Kedua tersangka membongkar ubin sebuah ruangan yang berukuran sekitar 2 x 3,5 meter.

“Jadi dia sudah menyiapkan lubang untuk mengubur korban di Bekasi ini,” ujar Hengki.

Adalah tersangka Solihin alias Duloh yang menggali lubang tersebut. Solihin menggali lubang di dalam dan di belakang rumah di Ciketing Udik, Bekasi.

“(Lubang digali) dengan alasan ke pemilik rumah mau bikin saluran air,” kata Hengki. (ARN)

Sumber: DetikNews

GoogleNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: