arrahmahnews

Lavrov: Perang Barat atas Rusia Bukan Lagi Perang Hibrida

Rusia, ARRAHMAHNEWS.COM Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan bahwa perang di Ukraina bukan lagi perang hibrida, karena hampir meningkat menjadi “perang nyata”, dengan Barat terus ‘merencanakan’ melawan Moskow.

“Ketika kita berbicara tentang apa yang terjadi di Ukraina, ini adalah perang (sesungguhnya), bukan perang hibrida, hampir perang nyata, yang telah lama direncanakan Barat melawan Rusia,” kata Lavrov, Senin (23/01).

Berbicara pada konferensi pers selama kunjungannya ke Afrika Selatan, Lavrov berkata, “Tujuannya adalah untuk menghancurkan semua bahasa Rusia, dari bahasa hingga budaya, yang telah ada di Ukraina selama berabad-abad dan melarang orang berbicara bahasa ibu mereka.”

“Setiap kontak budaya yang terkait dengan bahasa Rusia dilarang, di Ukraina,” kata Lavrov. “Dan ini semua didukung oleh Barat.”

BACA JUGA:

Diplomat top Rusia itu mengeluarkan pernyataan ini saat pemerintah Eropa, termasuk Polandia, mendorong Jerman untuk memberikan izin agar memasok Kiev dengan tank Leopard 2 buatan Jerman.

Moskow telah memperingatkan Barat agar tidak mengirim perangkat keras militer ke Ukraina, dengan mengatakan langkah itu akan memperpanjang perang.

Kantor berita TASS Rusia melaporkan bahwa Lavrov juga mengatakan Moskow bersedia bernegosiasi dengan Kiev pada bulan-bulan awal perang, tetapi AS dan sekutu Baratnya menyarankan pemerintah Ukraina untuk tidak melakukannya.

Lavrov mengatakan pada akhir Maret 2022, delegasi dari kedua belah pihak sepakat “pada prinsip untuk menyelesaikan konflik ini.”

“Sudah diketahui dan dipublikasikan secara terbuka bahwa rekan kami dari Amerika, Inggris, dan Eropa mengatakan kepada Ukraina bahwa terlalu dini untuk bersepakat, dan pengaturan yang hampir disetujui tidak pernah ditinjau kembali oleh rezim Kiev,” katanya.

Namun, Barat mengklaim Rusia tidak serius dalam negosiasi. (ARN)

Sumber: Press TV

GoogleNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: