arrahmahnews

Pemimpin Tertinggi Iran Kecam Keras Penodaan Al-Qur’an di Swedia

Iran, ARRAHMAHNEWS.COM Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Sayed Ali Khamenei, mengecam keras penodaan Al-Qur’an “di bawah slogan kebebasan berbicara.”

Pernyataan Ayatullah Ali Khamenei tersebut diposting di akun Twitter Pemimpin Iran pada hari Rabu.

BACA JUGA:

“Penodaan yang gila terhadap Al-Qur’an, yang dilakukan di bawah slogan kebebasan berbicara, menunjukkan serangan Kekuatan Arogan ditujukan pada Islam itu sendiri & Al-Qur’an,” baca pesan sang Pemimpin.

Pemimpin Tertinggi Iran Kecam Keras Penodaan Al-Qur’an di Swedia

Ayatullah Ali Khamenei

“Al-Qur’an bersinar lebih terang setiap hari & masa depan adalah milik Islam terlepas dari sisasat Kekuatan kesombongan,” tambah pesan Pemimpin tersebut, mencatat, “Semua pencari kebebasan di dunia harus berdiri bersama umat Islam dalam melawan rencana jahat yang menghina kesucian dan menyebarkan kebencian.”

Kementerian Luar Negeri Iran juga dengan keras mengecam tindakan penistaan di Swedia, mengatakan tindakan itu adalah contoh nyata dari kebencian dan kekerasan terhadap Muslim.

Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian mengatakan dukungan negara-negara Barat untuk tindakan ini atas nama kebebasan berekspresi sama sekali tidak dapat diterima.

Juru bicara Nasser Kan’ani juga mengatakan, penodaan “kitab suci satu setengah miliar umat Islam adalah contoh nyata dari penyebaran kebencian dan penyebaran kekerasan terhadap seluruh umat Islam di seluruh dunia. Tindakan tersebut tidak ada hubungannya dengan kebebasan berekspresi dan pendapat.”

Negara-negara Timur Tengah juga dengan suara bulat mengutuk penodaan Al-Qur’an, dengan Yordania, Kuwait, Mesir, Uni Emirat Arab, dan Pakistan, di antara negara-negara Muslim lainnya, menyuarakan kemarahan mereka atas tindakan penodaan tersebut.

Ekstremis Swedia-Denmark yang terkenal, Rasmus Paludan, mendapat izin dari pemerintah Swedia untuk membakar kitab suci umat Islam di depan Kedutaan Besar Turki di Stockholm pada hari Sabtu.

Paludan dilindungi oleh polisi Swedia saat melakukan penistaan, yang telah mengundang banjir hujatan di dunia Muslim. (ARN)

Sumber: PressTV

GoogleNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: