Amerika

AS Uji Coba Rudal Nuklir Ditengah Ketegangan dengan China

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COMAngkatan Udara AS melaksanakan peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) Minuteman III pada Kamis malam, ditengah ketegangan dengan China terkait insiden balon yang ditembak jatuh Pentagon. Militer AS mengatakan bahwa pada Hari Jumat bahwa uji coba ini untuk menguji kesiapan penangkal nuklir dan merupakan pesan kepada dunia.

Rudal berbasis darat itu ditembakkan pada pukul 23:00 Waktu Pasifik dari Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg di California, dalam aktivitas “rutin” “yang dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa penangkal nuklir AS aman, terjamin, andal, dan efektif,” menurut militer.

BACA JUGA:

Rudal tak bersenjata itu membawa Multiple Independently targetable Reentry Vehicle (MIRV) yang jatuh di sekitar Atol Kwajalein di Kepulauan Marshall, sekitar 6.800 kilometer jauhnya.

AS Uji Coba Rudal Nuklir Ditengah Ketegangan dengan China

Amerika Uji Coba Rudal

MIRV adalah muatan rudal balistik berisi beberapa hulu ledak, masing-masing mampu memukul salah satu dari kelompok target.

“Uji coba peluncuran ini menunjukkan inti dari misi penangkalan kami di panggung dunia, meyakinkan negara kami dan sekutunya bahwa senjata kami mampu dan penerbang kami siap dan bersedia untuk membela perdamaian di seluruh dunia pada saat itu juga,” ujar Jenderal Thomas Bussiere, kepala Komando Serangan Global USAF, dalam sebuah pernyataan.

Beberapa media AS menunjukkan bahwa peluncuran itu terjadi hanya beberapa hari setelah Korea Utara memamerkan peluncur ICBM Hwasong-17. Peluncuran ini juga dilakukan setelah Angkatan Udara AS menembak jatuh “balon mata-mata” China yang terbang melintasi Amerika Utara. Beijing telah memprotes reaksi Washington, bersikeras bahwa aerostat itu adalah perangkat cuaca yang terbawa oleh angin.

Rudal dipilih secara acak untuk uji tembak setiap beberapa bulan, dalam apa yang disebut militer AS sebagai “Glory Trip”. Namun, dalam beberapa kesempatan, tes telah dijadwal ulang untuk mengurangi ketegangan, seperti pada Agustus 2022, setelah China bereaksi terhadap kunjungan “provokatif” Ketua DPR Nancy Pelosi ke Taiwan. (ARN)

Sumber: RT

BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLENEWS

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: