Rusia, ARRAHMAHNEWS.COM – Rusia percaya bahwa untuk melibatkan DPRK dalam negosiasi penyelesaian masalah nuklir Semenanjung Korea, perlu mendorongnya dengan insentif yang nyata, dengan kata lain, pelonggaran sanksi secara bertahap, seperti yang diatur oleh resolusi Dewan Keamanan PBB. Misi permanen Rusia untuk organisasi internasional di Wina mengatakan hal ini dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu setelah pertemuan dewan gubernur Badan Energi Atom Internasional.
“Korea Utara membutuhkan insentif praktis untuk terlibat dalam negosiasi. Tindakan konstruktifnya perlu ditanggapi dengan pelonggaran sanksi secara bertahap, sebagaimana ditetapkan oleh resolusi Dewan Keamanan PBB, yang belum sepenuhnya dilaksanakan karena kesalahan anggota dewan Barat,” kata misi Rusia.
BACA JUGA:
- Korut ke AS: Berani Cegat Rudal, Berarti Deklarasi Perang
- Korut: Deterensi Nuklir Pastikan Keseimbangan Kekuatan
Pada saat yang sama, disebutkan bahwa “meskipun Amerika Serikat sangat siap untuk bernegosiasi dengan DPRK, tidak ada langkah praktis yang diamati untuk tujuan ini”.
“Alih-alih menormalkan hubungan, membangun kepercayaan, dan mendiskusikan jaminan keamanan dengan DPRK, Amerika Serikat malah meningkatkan kehadirannya di wilayah itu,” bunyi pernyataan tersebut. (ARN)
Sumber: TASS
BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLENEWS
