arrahmahnews

Ancaman Nasrallah ke Israel: Kesalahan Perhitungan akan Ledakkan Seluruh Kawasan

Lebanon, ARRAHMAHNEWS.COM – Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayed Hassan Nasrallah menanggapi ancaman rezim Israel, mengatakan bahwa ratusan ribu pejuang perlawanan di seluruh kawasan siap berperang melawan rezim pendudukan, dan setiap kesalahan perhitungan oleh rezim Tel Aviv akan menimbulkan ledakan di seluruh Kawasan.

Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayed Hassan Nasrallah menyampaikan pidato yang disiarkan televisi pada Kamis malam ini, untuk memperingati Hari Perlawanan dan Pembebasan.

Di awal pidatonya, Sayed Hassan Nasrallah memuji pengorbanan yang dilakukan oleh para martir, mereka yang terluka, tahanan dan para pejuang Perlawanan yang berkontribusi pada kemenangan pembebasan.

Ia menggarisbawahi peran faksi perlawanan Lebanon dan Palestina lainnya selain peran Tentara Lebanon.

Pemimpin Hizbullah itu juga memuji Republik Islam Iran dan Suriah dalam mendukung Perlawanan untuk mencapai kemenangan pembebasan.

BACA JUGA:

“Seluruh rakyat Lebanon harus selalu ingat bahwa kemenangan pembebasan dicapai dengan pengorbanan yang berat,” katanya.

Ia melanjutkan untuk meninjau sejumlah perubahan geopolitik yang mendominasi konflik dengan musuh Israel, mengatakan “Kekalahan militer Israel dan kebijakan AS yang mundur di kawasan telah mempengaruhi entitas Zionis secara negatif.”

Kepala Hizbullah lebih lanjut mengatakan bahwa ratusan ribu pejuang mujahidin di seluruh Kawasan siap berperang melawan rezim Israel. Ia memperingatkan rezim Tel Vivi bahwa perang habis-habisan akan mencakup semua garis depan Poros Perlawanan.

Nasrallah lebih lanjut mencatat bahwa Israel bersembunyi di balik tembok dan serangan, dan menjadi tidak mampu memaksakan persyaratan dalam negosiasi apa pun dengan rakyat Palestina.

“Komponen Poros Perlawanan adalah pembela tanah air asli, bukan kelompok proksi, sedangkan Zionis adalah penyusup dan penjajah,” kata kepala Hizbullah tersebut lebih lanjut.

BACA JUGA;

Ia mengatakan bahwa rezim Israel sedang menghadapi perpecahan, dengan mengatakan bahwa rezim tersebut tidak memiliki kepemimpinan.

Nasrallah melanjutkan dengan mengatakan bahwa Amerika Serikat dan rezim Israel telah gagal memecah belah negara-negara Muslim, sambil mengulangi kecamannya terhadap normalisasi hubungan oleh beberapa penguasa Arab dengan Tel Aviv. Sementara itu, da mengatakan normalisasi tidak mendapat dukungan rakyat di negara-negara Arab itu sendiri.

“Iran membantu kelompok-kelompok perlawanan Palestina dalam perjuangan mereka untuk kebebasan,” kata pemimpin Hizbullah, menolak klaim bahwa Teheran menggunakan kelompok-kelompok itu sebagai alat.

Ia lebih lanjut memperingatkan rezim Israel bahwa pembunuhan pemimpin Perlawanan akan menyebabkan pembalasan terhadap mereka.

BACA JUGA:

Nasrallah melanjutkan dengan mengatakan bahwa “setiap kesalahan perhitungan oleh Israel akan menyebabkan ledakan di seluruh kawasan.”

Di akhir pidatonya, pemimpin Hizbullah tersebut mengatakan bahwa dialog dan kerja sama di antara berbagai faksi Lebanon adalah satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah.

Menurut situs berbahasa Inggris Al-Manar TV milik Hizbullah, pada tanggal 25 Mei 2000, tentara pendudukan Israel mengakhiri penarikannya dari sebagian besar wilayah Lebanon, kecuali Perkebunan Shebaa dan Perbukitan KfarShuba. Penarikan ini dipicu oleh kerugian signifikan yang menimpa tentara Israel sebagai akibat dari serangan yang berhasil oleh Perlawanan.

Hari Perlawanan dan Pembebasan, yang dirayakan pada tanggal 25 Mei, memperingati peristiwa penting dalam sejarah Lebanon. Pada tahun 2000, hari ini menandai selesainya penarikan tentara pendudukan Israel dari sebagian besar wilayah Lebanon. (ARN)

Sumber: Al-Manar

BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLENEWS

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: