Amerika Latin

Kecam Pembakaran Al-Qur’an, Maduro: Saya Merasakan Sakit Hari Orang-orang Islam

Venezuela, ARRAHMAHNEWS.COM – Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengutuk kejahatan pembakaran salinan kitab suci Al-Qur’an, mengecam keras kejahatan kebencian terhadap orang-orang Muslim, dan mengecam kebungkaman para pejabat serta media di Eropa terhadap hal ini.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan ia memahami perasaan “sakit hati” yang dirasakan oleh umat Islam di dunia ketika mereka melihat pembakaran salinan Al-Qur’an.

Sikap presiden Venezuela itu muncul dalam pernyataan yang dibuatnya dalam program “More With Maduro”, yang ditayangkan oleh Al-Mayadeen Network .

Maduro bertanya, “Bagaimana perasaan kami orang Kristen jika seseorang mulai membakar Alkitab di negara lain?”

BACA JUGA:

Maduro berkata bahwa “kami akan merasakan kebencian yang besar, dan akan menjadi penghinaan besar jika seseorang membakar Alkitab.”

Dia menyatakan kecaman mutlak dan penolakan total atas kejahatan kebencian terhadap orang-orang Muslim, mengarahkan kecamannya juga pada “sektor ekstrim kanan dan rasis, yang membakar salinan Al-Qur’an di Eropa.”

“Jauh di lubuk hati saya, saya merasakan sakit hari masyarakat Muslim di seluruh dunia ketika mereka melihat Alquran dibakar,” tambahnya.

Maduro juga mengecam kebisuan para presiden di Eropa tentang kejahatan ini, dan kebisuan “banyak orang, dan banyak media, tentang kejahatan pembakaran Al-Qur’an.”

Maduro menganggap sektor-sektor yang menutup mata terhadap kejahatan ini, “secara tidak langsung terlibat melalui sikap diam mereka.”

Patut dicatat bahwa program “Dengan Maduro Lebih Banyak” disajikan oleh presiden Venezuela, yang menunjukkan Venezuela yang positif, konstanta Venezuela, dan bagaimana kemajuan rakyat Venezuela dalam membangun identitas mereka. (ARN)

Sumber: Al-Mayadeen

GoogleNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: