arrahmahnews

China: Krisis Ukraina Jangan Terulang di Asia

China, ARRAHMAHNEWS.COM – Negara-negara Asia Tenggara harus menghindar dari mengikuti jejak Ukraina dan berhati-hati agar tidak dijadikan pion geopolitik oleh kekuatan asing yang menyebarkan perselisihan di kawasan demi keuntungan mereka sendiri. Menteri Luar Negeri China Wang Yi memperingatkan hal ini.

“Krisis di Ukraina telah memberikan peringatan bagi umat manusia, dan tragedi serupa tidak boleh terjadi di Asia,” kata Diplomat utama China itu pada hari Sabtu dalam pidato video di konferensi lembaga pemikir yang diselenggarakan oleh Komunitas Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Jakarta.

“Kita harus meningkatkan keamanan regional melalui dialog dan kerja sama dan menentang upaya mencapai keamanan absolut dengan mengorbankan negara lain,” ujarnya lebih lanjut.

Wang memperingatkan adanya “manipulator di belakang panggung” yang tampaknya mengacu pada AS, yang mengobarkan api kontroversi mengenai sengketa wilayah Laut China Selatan. “Tangan hitam yang bersembunyi di balik layar ini harus diungkap,” ujarnya. “China selalu bersedia bekerja sama dengan negara-negara terkait untuk menyelesaikan perbedaan dengan baik melalui dialog dan mencari cara efektif untuk mengendalikan situasi maritim.”

BACA JUGA:

Hubungan China-AS telah memburuk dalam beberapa tahun terakhir di tengah konflik Rusia-Ukraina dan meningkatnya ketegangan atas dugaan campur tangan Washington di Taiwan. Pentagon telah berupaya menjalin hubungan pertahanan yang lebih erat dengan negara-negara Asia Tenggara, termasuk empat negara di kawasan yang memiliki sengketa wilayah dengan China. Filipina, misalnya, pada awal tahun ini menyetujui untuk mengizinkan pasukan AS menggunakan empat pangkalan tambahan di negara tersebut, yang memicu peringatan dari para pejabat Tiongkok bahwa Manila mengikat dirinya pada “kereta perselisihan geopolitik.”

Wang memperkirakan upaya asing untuk memicu konflik di Laut Cina Selatan tidak akan berhasil. Ia menambahkan bahwa China dan negara-negara tetangganya harus bekerja sama untuk menjaga “perdamaian yang telah dicapai dengan susah payah” di kawasan dengan mengelola perbedaan mereka dengan baik.

“Kita harus meninggalkan mentalitas Perang Dingin dan menentang permainan zero-sum, menjauhkan kawasan ini dari perhitungan geopolitik, dan tidak menjadi pion dalam persaingan negara-negara besar,” kata Wang.

Para pejabat China telah berulang kali menyatakan bahwa Washington menerapkan “mentalitas zero-sum” dalam upayanya mempertahankan kekuasaan hegemonik di dunia. Beijing dan Washington juga berulang kali saling menuduh melakukan berbagai provokasi militer di Laut China Selatan, Selat Taiwan, dan tempat lain di kawasan ini. (ARN)

Sumber: RT

GoogleNews

Comments
To Top

Eksplorasi konten lain dari Arrahmahnews

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan Membaca

%d