arrahmahnews

Biden: Tank Abrams Pertama akan Tiba di Ukraina Minggu Depan

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM – Presiden AS Joe Biden mengumumkan bahwa tank Abrams AS pertama yang dijanjikan untuk Ukraina, akan tiba di sana pada minggu depan.

“Minggu depan, tank Abrams AS yang pertama akan dikirim ke Ukraina,” kata Presiden AS Joe Biden pada Hari Kamis (21/09) di Gedung Putih, bersama timpalannya dari Ukraina Volodymyr Zelensky, yang melakukan kunjungan keduanya ke AS sejak dimulainya perang Ukraina pada Februari 2022.

Biden juga mengatakan bahwa ia telah “menyetujui tahap bantuan keamanan berikutnya untuk Ukraina,” yang kemudian diberi nilai oleh Pentagon sebesar 325 juta dolar. Bantuan ini termasuk rudal pertahanan udara, amunisi untuk peluncur roket presisi HIMARS, senjata anti-tank, dan peluru artileri.

Namun paket tersebut tidak termasuk rudal ATACMS jarak jauh yang telah berulang kali diminta oleh Kiev. Ini termasuk peluru 155mm yang berisi munisi tandan, yang pertama kali disetujui Washington untuk diberikan ke Ukraina pada bulan Juli, meskipun ada kekhawatiran atas risiko jangka panjang yang ditimbulkan pada warga sipil akibat bom yang gagal meledak.

BACA JUGA;

Kunjungan Zelensky ke Washington pada hari Kamis terjadi ketika pemerintahan Biden mengirimkan permintaan dana tambahan kepada Kongres yang mencakup 24 miliar dolar lagi, dalam bentuk bantuan militer, kemanusiaan, dan keuangan untuk Ukraina.

Amerika telah menyediakan senjata dan amunisi senilai puluhan miliar dolar ke Kiev dan Biden berargumen bahwa perlindungan Rusia terhadap masyarakat berbahasa Rusia yang pro-Moskow di Donbas merupakan ancaman terhadap demokrasi secara global, dan Presiden Rusia Vladimir Putin akan berupaya melakukan invasi ke negara lain untuk akan perambahan NATO, jika berhasil merebut Ukraina.

Sekutu Barat yang dipimpin AS mulai membanjiri Kiev dengan senjata dan amunisi tak lama setelah Rusia melancarkan “operasi militer khusus” di negara tersebut pada Februari 2022.

Moskow telah berulang kali memperingatkan para pemimpin dunia terhadap pasokan senjata dan amunisi yang terus berlanjut ke Ukraina, dengan menekankan bahwa tindakan tersebut tidak akan menghentikan pasukan Rusia untuk mempertahankan tujuannya dan mempersenjatai Kiev hanya akan memperpanjang perang.

Menurut Gedung Putih, pemerintahan Biden sejauh ini telah menghabiskan lebih dari 100 miliar dolar untuk perang di Ukraina. (ARN)

GoogleNews

Sumber: Al-Ahednews

Comments
To Top

Eksplorasi konten lain dari Arrahmahnews

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan Membaca

%d