News Ticker

Kesaksian Warga Tolikara, Penyerang Masjid Bukan Warga Karubaga

JAKARTA, Arrahmahnews.com - Kami redaktur Arrahmahnews.com tidak menyebutkan siapa pembawa cerita ini dikarenakan untuk keselamatan yang bersangkutan hanya nama inisial aja.

Know Your EnemySRF bukan nama sebenarnya menceritakan tentang kejadian kerusuhan di Tolikara, berikut penuturan SRF, berita yang saya dapat dari saudara saya, yang kebetulan tinggal di musholla/masjid yang terbakar di Kabupaten Tolikara (di Tolikara hanya ada satu musholla/masjid dengan jumlah umat Islam kurang lebih 1000 orang), beliau mengatakan memang benar terjadi kerusuhan itu, umat Islam sedang sholat Ied dilempari pada saat mereka melakukan Sholat Ied di lapangan (Bukan Sholat Ied di Musholla sebagaimana banyak berita memberitakan), kemudian kios-kios dan musholla juga dibakar, jadi memang berita ini benar adanya.

Bahkan motor saudara saya juga ikut terbakar. Fakta lainnya yang memang benar terjadi adalah adanya kegiatan GIDI yang dihadiri oleh orang-orang dari Negara lain seperti Israel. Masih menurut saudara saya oknum-oknum yang melempari dan membakar ini bukanlah warga masyarakat yang tinggal di Karubaga (kecamatan tempat kejadian). Karena wajah-wajah mereka tidak familiar bagi masyarakat Karubaga.

Sebagai informasi aja, kota kabupaten di Papua terutama daerah pedalaman luas dan kepadatan penduduknya kurang lebih seluas/sebanyak penduduk desa di Jawa. Ada beberapa spekulasi kemudian yang muncul mengenai siapa orang-orang ini sebenarnya apakah memang jemaat GIDI yang sedang mengikuti kegiatan KKR (kegiatan kebaktian) atau orang yang menyusup di GIDI, atau siapa mereka???? Semoga kasus ini segera terungkap dan tidak menjalar kemana-mana karena sangata merugikan kelangsungan kehidupan bangsa Indonesia yang aman dan tentram.

masjid papua dibakar saat solat iedul fitri

Masjid di Tolikara dibakar saat solat Iedul Fitri

Sebagaimana diucapkan oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin menyerukan kepada seluruh umat Islam di Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, untuk menahan diri atas kekerasan massa yang mengakibatkan kerusakan mushala dan puluhan bangunan lain, Jumat (17/7/2015) pagi.

“Tidak perlu membalas, tunjukkan bahwa kita adalah umat yang toleran,” kata dia sebagaimana dikutip Antara, Jumat.

Din meminta polisi mengusut dan menindak para pelakunya sesuai hukum. Ia menyesalkan kejadian itu karena di tengah upaya membangun toleransi antarumat beragama, masih ada kelompok intoleran yang melakukan kekerasan pada umat lain. (ARN/SRF/Antara)

Iklan

2 Comments on Kesaksian Warga Tolikara, Penyerang Masjid Bukan Warga Karubaga

  1. Inilah jadinya kalau semakin banyak manusia pintar yang senangnya membodohi orang orang bodoh,manusia dimana mana sama merasa diri selalu paling benar.

  2. Ayo santoso torang k papua…

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: